Arsip Foto - Petugas SAR gabungan mencari warga yang tertimbun tanah longsor akibat gempa bumi di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (26/11/2022). (BP/Ant)

CIANJUR, BALIPOST.com – Upaya pencarian korban gempa difokuskan di tiga area di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan hal tersebut di Pendopo Kantor Bupati Cianjur, Minggu (27/11).

Dikutip dari kantor berita Antara, Abdul mengatakan bahwa timnya fokus melakukan pencarian di area Warung Sate Shinta, lingkungan RT 3, dan Kampung Cicadas di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. “Karena dikhawatirkan masih ada yang luput dari laporan masyarakat, seperti yang terjadi dua hari lalu, tujuh (yang dilaporkan hilang), kita temukan sembilan. Jadi tim Basarnas masih menganggap penting untuk menggali lagi di lokasi itu,” katanya.

Baca juga:  Keterisian RS Rujukan COVID-19 Sudah di Bawah 10 Persen, Tetap Pertahankan Patuh Prokes

Menurut data BNPB hingga Sabtu (26/11) gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Cianjur pada 21 November 2022 telah menyebabkan 318 orang meninggal.

Pada Minggu pagi, petugas SAR menemukan satu lagi jenazah korban gempa di Desa Cijedil. Masih ada 14 orang yang dilaporkan hilang setelah gempa melanda Cianjur dan belum ditemukan.

Selain itu, gempa menyebabkan 7.729 orang terluka dengan perincian 595 orang mengalami luka berat dan 7.134 orang terluka ringan. Sebanyak 108 orang yang terluka berat akibat gempa dirawat di rumah sakit. “Kita harapkan juga ini sudah tertangani semua, sudah dirujuk ke rumah sakit, nanti tinggal menunggu kesembuhan dan bisa rawat jalan,” kata Abdul.

Baca juga:  HP Sejoli yang Tewas Belum Ditemukan

“Artinya proses ini pun sudah selesai, tinggal yang 108 ini kita tunggu kapan bisa rawat jalan, sehingga korban luka ini bisa berkurang-kurang, akhirnya selesai ditangani,” ia menambahkan.
​​​​​​​
Gempa bumi juga menyebabkan kerusakan banyak rumah penduduk dan fasilitas umum serta memaksa banyak orang mengungsi di wilayah Kabupaten Cianjur. (Kmb/Balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *