Dari kiri ke kanan Harvey Tjokro – Direktur Utama dari PT. Agra Surya Investindo, Ananda Setiyo Ivannanto – Direktur Utama dari PT. Awina Sinergi International, Ono Takahito Presiden Direktur dari AAI Co., Ltd. dan Yano Shigeru – Presiden Direktur dari Hokuriku Electrical Construction Co., Ltd. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Sebagai komitmen kolaborasi sektor swasta global untuk mendukung percepatan pencapaian target green energy di Indonesia dan pencapaian net zero emission pada 2060 serta bagian upaya kolaborasi swasta global dalam pemulihan ekonomi dan transisi hijau, PT. Agra Surya Investindo, PT. Awina Sinergi International dan dua perusahaan Jepang yaitu Hokuriku Electrical Construction Co., Ltd. bersama AAI Co., Ltd. menandatangani kerjasama B to B untuk investasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Indonesia pada Minggu (13/11) di Forum Tri Hita Karana, yang mengambil tema Future Knowledge and Blended Finance for Better Business and Better World. Ini, merupakan bagian rangkaian konferensi G20 di Nusa Dua Convention Center, Badung.

Selain itu kolaborasi swasta Indonesia-Jepang ini juga melakukan kerjasama riset dengan pihak Universitas yaitu Universitas Udayana untuk penelitian pengembangan PLTS Atap sebagai penyediaan energi hijau untuk charging station motor listrik dengan sistem battery swap. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk mengimplementasikan pemanfaatan teknologi melalui kerjasama riset dalam mendukung pencapaian target energi hijau dan pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia.

Baca juga:  Gubernur Koster Ajak Unud Makin Berperan dalam Pembangunan Bali

Penandatanganan kerjasama riset pihak swasta Jepang, Indonesia dan universitas ini dilakukan pada Senin (14/11) dalam Forum Tri Hita Karana, yang merupakan bagian dari rangkaian konferensi G20 di Nusa Dua, Bali untuk kolaborasi pendanaan global. Tri Hita Karana adalah inisiatif untuk percepatan kolaborasi investasi global untuk pendanaan di bidang Sustainable Development Goals (SDGs) yang terdiri dari berbagai pihak yaitu pemerintah, sektor swasta, institusi multilateral, institusi akademik maupun filantropi untuk melakukan perpaduan yang lebih baik. Universitas Udayana yang merupakan salah satu universitas negeri di Bali yang memiliki peran penting untuk mendukung transisi energi hijau di Bali dan percepatan konversi kendaraan listrik yang akan menjadi percontohan nasional.

Baca juga:  BPBD Evakuasi Sejumlah Mahasiswa Kedokteran Unud
Dari kiri ke kanan Siti Badriyah – Direktur Energi Terbarukan PT. Awina Sinergi International, Dr. Si Putu Gede Gunawan Tista, ST, MT. dari Universitas Udayana, Arya Pradipta Direktur Operasional – PT. Agra Surya Investindo, Harvey Tjokro – Direktur Utama PT. Agra Surya Investindo, Ananda Setiyo Ivannanto – Direktur Utama PT. Awina Sinergi International, Yano Shigeru – Presiden Direktur Hokuriku Electrical Construction Co., Ltd., Dr. Dewa Ngakan Ketut Putra Negara, ST, MSc. mewakili Dekan Fakultas Teknik Universitas Udayana, Ono Takahito – Presiden Direktur AAI Co., Ltd., Kita Katsuhiko – Managing Director Hokuriku Electrical Construction Co., Ltd., Ajeng Larasati – Planning Department Hokuriku Electrical Construction Co., Ltd., dan Sasaki Akito – General Manager Planning Department Hokuriku Electrical Construction Co., Ltd. (BP/Istimewa)

Hokuriku Electrical Construction Co., Ltd. adalah perusahaan asal Jepang yang menyediakan tenaga listrik energi terbarukan dan jasa konstruksi listrik di wilayah Prefektur Toyama, Ishikawa, Fukui, dan Gifu, untuk pertama kalinya berkomitmen untuk berinvestasi dalam bidang PLTS di luar negara Jepang. Sedangkan AAI Co., Ltd. adalah perusahaan Jepang yang fokus dalam pengembangan bisnis di bidang pembangunan berkelanjutan di Asia yaitu Indonesia, Bangladesh serta di Afrika.

Baca juga:  Fakultas Ilmu Budaya Unud Lepas 100 Calon Wisudawan

PT. Agra Surya Investindo adalah perusahaan Indonesia yang memiliki komitmen dalam investasi di bidang energi hijau dan infrastruktur pendukung kendaraan listrik. Sedangkan PT. Awina Sinergi International adalah perusahaan yang fokus menjembatani hubungan Indonesia-Jepang baik sektor pemerintah, swasta, maupun institusi akademik khususnya terkait kerjasama investasi untuk bidang pembangunan keberlanjutan dan karbon netral.

Kolaborasi Bisnis dan Bisnis (B to B) serta Bisnis dan Akademik (B to A) secara global adalah salah satu kunci mendukung percepatan pencapaian transisi energi baru terbarukan secara nasional dan global yang merupakan salah satu misi utama pada Konferensi G20, yang berlangsung pertama kali di Indonesia bertempat di Bali, dengan tema global Recover Together, Recover Stronger. (Adv/balipost)

BAGIKAN