Sri Mulyani. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan masih ada dana sekitar Rp1.200 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 yang harus dibelanjakan. Ini, harus dieksekusi dalam dua bulan pada akhir tahun ini.

Adapun dana tersebut berasal dari sisa belanja negara yang belum terserap selama Januari hingga September 2022. Untuk diketahui dalam periode tersebut, telah terserap dana senilai Rp1.913,9 triliun atau 61,6 persen dari target tahun ini yang sebesar Rp3.106,4 triliun.

Baca juga:  Pimpinan MPR Segera Proses Pergantian Fadel Muhammad

Dikutip dari Kantor Berita Antara, ia membeberkan seluruh dana yang harus dibelanjakan tersebut tersebar di seluruh kementerian, lembaga, maupun daerah. Selain belanja negara di tahun ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pun sudah mengalokasikan dana untuk APBN tahun 2023, dengan asumsi yang juga telah ditetapkan, namun dunia bergerak secara luar biasa sehingga asumsi makro dalam APBN pun tidak bisa sesuai dengan yang telah direncanakan.

Baca juga:  Hari Ini, Seluruh Korban Jiwa COVID-19 di Bali Warga Zona Merah!

“Jadi selama pandemi ini kita belajar sangat banyak, APBN dibuat fleksibel dan responsif karena memang begitu banyak kejutan dan perubahan yang terjadi,” tuturnya.

Menkeu menyampaikan kejutan tersebut berasal dari pandemi COVID-19 yang masih ada hingga saat ini dan terus berubah siap maupun tidak siap. Kejutan lainnya juga datang dari kondisi geopolitik yang terjadi saat ini terutama dari konflik Rusia dan Ukraina, serta perubahan iklim yang menyebabkan bencana di berbagai negara. (kmb/balipost)

Baca juga:  Dari Nyaris Diperkosa di Pantai “Double Six" hingga Lawan Varian Delta
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *