Pengukuhan Bendesa Adat Dharma Kerti Kaliakah Kangin disaksikan Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Senin (10/10). (BP/Ist)

NEGARA, BALIPOST.com – Bertepatan dengan rahina Purnama Kapat, Soma Wage, Wuku Dukut, Bupati Jembrana I Nengah Tamba menghadiri acara pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Dharma Kerti Kaliakah kangin, yang digelar di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Dharma Kerti Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Senin (10/10). Kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara pelantikan bendesa adat yang disaksikan oleh Ketua Majelis Desa Adat Kabupaten Jembrana I Nengah Subagia, Perbekel Desa Kaliakah I Made Bagiarta dan Panitia Karya.

I Ketut Sugita dikukuhkan sebagai Bendesa Adat Kaliakah masa ayahan (masa bhakti) saka warsa 1944-1949 atau tahun masehi 2022-2027 mengganti Prajuru Desa Adat yang lama I Putu Suarka yang telah usai masa jabatannya.

Baca juga:  Mendagri Setujui Perda Desa Adat

Bupati Jembrana I Nengah Tamba dalam sambutannya menyampaikan selamat atas dikukuhkannya bendesa beserta anggotanya, dan ia minta agar dapat menjaga kelestarian desa pakraman. “Selamat kepada I Ketut Sugita atas terpilihnya menjadi Bendesa Adat Kaliakah, Dengan pengukuhan ini, I Ketut Sugita akan bertanggung jawab atas segala tugas-tugas adat untuk menjaga kelestarian Desa Pakraman selama periode tahun 2022 sampai 2027,” ucapnya

Selain itu, Bupati Tamba berpesan kepada Bendesa adat terpilih untuk bertugas dengan sebaik baiknya. “Kepada bendesa agar bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Bendesa adat harus berjalan beriringan dengan Perbekel dalam memajukan desa dan senantiasa hadir ditengah-tengah masyarakat. Sekali lagi perbekel dan bendesa adalah ujung tombak bagi Pemerintah Kabupaten Jembrana,” ujarnya.

Baca juga:  Kakek dan Cucunya Terancam Dikeluarkan Dari Desa Adat Undisan

Dilain sisi Ketua Panitia Pengukuhan I Wayan Eka Wiasa menyampaikan Dari 3 (tiga) calon Bendesa yang terdaftar, terdapat 1 terpilih menjadi Bendesa Adat yaitu I Ketut Sugita. Pihaknya berharap dengan terpilihnya Bendesa ada tersebut agar dapat mengemban tugas dan kewajibannya dengan baik. “Dumogiastu Bendesa yang sudah terpilih dapat menjalankan dari apa yang menjadi tujuan krama desa dan senantiasa menjaga desa adat, agama dan budaya,” pungkas Eka Wiasa. (Adv/balipost)

Baca juga:  Depresi, Tersangka Ganja Ekstrak Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa
BAGIKAN