Bank Lestari Bali (BPR) melaksanakan kegiatan Lestari Entrepreneur Club (LEC) Melali Ke Banjar. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Memiliki bisnis yang memberikan untung sudah pasti diinginkan oleh setiap pebisnis. Namun, ada yang lebih penting dari sekedar keuntungan, yakni manfaat yang ditimbulkan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar yang terlibat dalam kelangsungan bisnis.

Inilah yang mendasari Bank Lestari Bali (BPR) melaksanakan kegiatan Lestari Entrepreneur Club (LEC) Melali Ke Banjar. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong minat wirausaha berkelanjutan bagi pemuda-pemudi banjar di Denpasar dan sekitarnya.

Acara ini dilaksanakan pada Kamis (6/10) bertempat di Banjar Tengah, Ubung, Denpasar Utara. Bank Lestari Bali (BPR) menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara yang diwakili oleh Putu Arya Wirasetyanta, Kepala Bagian Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara.

Baca juga:  Asprov PSSI Bisa Pasok Pemain ke Liga 1

Acara ini juga dihadiri Bagus Jagra Wibawa atau yang akrab disapa Gus Ari selaku Duta Lestari Mebanjar. Hadir pula IGA A Inda Trimafo Yudha (Commisioner PT. Bali Coklat Junglegold Bali) sebagai narasumber. Turut mendampingi Made Tutik Sri Andayani selaku Direktur Bank Lestari Bali (BPR). Acara ini pun dihadiri beberapa STT, koperasi, dan UMKM yang ada di sekitaran Banjar Tengah, Ubung.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata bahwa kegiatan mebanjaran ini tidak hanya belajar berorganisasi, tapi juga agar semeton-semeton di sini memiliki value yang bisa diteruskan untuk memberikan dampak baik di masyarakat sekitarnya,” ujar Gus Ari.

Baca juga:  Izin Usaha BPR Legian Dicabut, LPS akan Bayar Klaim Nasabah Paling Lama 90 Hari

Bertepatan dengan Bulan Inklusi Keuangan 2022, Edukasi Keuangan dan Waspada Investasi Ilegal pun dibawakan oleh OJK dengan sangat apik. “Sekarang kan marak sekali investasi yang menjanjikan bunga tinggi yang tidak masuk akal. Maka dari itu OJK rutin mengadakan sosialisasi ini, supaya masyarakat lebih paham dan berhati-hati kalau mau pilih investasi,” ujar Arya.

Dilanjutkan dengan sharing session dari Inda Trimafo Yudha yang berbagi pengalamannya membangun Pod Chocolate atau yang sekarang dikenal juga dengan Junglegold Bali. “Untuk menjadi pebisnis itu, harus punya keberanian, kreativitas, dan juga integritas. Kalau tidak ada modal, lakukan kolaborasi,” papar Inda pada sesi materinya.

Baca juga:  Kinerja Pasar Modal di Bali, SID Tumbuh 20 Persenan Selama 5 Bulan

Kegiatan ini merupakan bagian dari campaign #MakeAnImpact dari Bank Lestari Bali (BPR) untuk menciptakan dampak positif kepada masyarakat sekitar. “Ini pertama kalinya LEC berkunjung ke banjar dan membuat sharing session seperti ini. Semoga kegiatan ini bisa dilakukan secara rutin dan tentu saja bermanfaat bagi semeton yang hadir,” tutup Tutik. (Adv/balipost)

BAGIKAN