Warga bersepeda saat pelaksanaan CFD di kawasan Renon, Denpasar pada Minggu (18/9). (BP/ara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Setelah melakukan ujicoba minggu lalu, kini program Car Free Day (CFD) di kawasan Lapangan Puputan Margarana, Renon dan taman kota Lumintang resmi dibuka. Masyarakat yang hendak jalan jalan, olahraga di dua lokasi tersebut kini sudah terasa lebih nyaman.

Jalan sudah kendaraan mulai pukul 06.00 hingga pukul 10.00 WITA. Pembukaan CFD ini dibuka Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara didampingi Wakil Wali Kota, Kadis Perhubungan, serta pimpinan OPD lainnya di lingkungan Pemkot Denpasar. Pembukaan ditandai dengan melepas burung merpati.

Baca juga:  Penting, Peran PKK Sukseskan Program Pemerintah

Jaya Negara mengatakan dari hasil evaluasi selama ini, menunjukan kasus COVID-19 mulai melandai. Selain itu, beberapa kota besar, seperti Jakarta, Surabaya serta Solo sudah lebih awal membuka kegiatan seperti ini.

Karena itu, pihaknya juga memberikan kesempatan warga kota menikmati CFD kembali setelah dua tahun vakum. Selain itu, pelaksanaan booster di Denpasar juga sudah di atas 100 persen.

Antusias warga untuk berolahraga, dilihatnya juga mulai meningkat. Karena itu, ia meminta meski sudah dibuka, namun tetap juga memperhatikan protokol kesehatan.

Baca juga:  Tambahan Kasus Baru Positif COVID-19 di Bali, Transmisi Lokalnya Capai 70 Persen

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan mengatakan pelaksanaan CFD ini digelar menyusul melandainya kasus COVID-19 di Denpasar. Sehingga memungkinkan untuk dilaksanakan kegiatan dengan mobilitas massa yang banyak.

Dalam pelaksanaan selanjutnya pihaknya akan terus melakukan penjagaan dengan melibatkan berbagai stakeholder. “Seiring dengan melandainya kasus dengan status Denpasar PPKM Level 1, serta untuk menghilangkan kejenuhan masyarakat, maka CFD yang merupakan program Pemkot Denpasar kembali dibuka. Namun demikian masyarakat yang datang ke CFD tetap diimbau agar tetap menerapkan Prokes,” ujar Sriawan. (Asmara Putera/balipost)

Baca juga:  Dosa! Terlalu Lama Pariwisata Eksploitasi dan Lupakan Budaya
BAGIKAN