Ilustrasi Seismograf mencatat getaran akibat gempa bumi. (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Senin (25/7), gempabumi mengguncang beberapa wilayah di Bali dengan kekuatan M 3,7. Pusatnya terletak pada koordinat 8,76° LS; 115, 28° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 7 KM Timur Laut Kuta Selatan, Bali, pada kedalaman 11 km.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar Cahyo Nugroho, SE, S.Si dikutip dari Kantor Berita Antara menjelaskan dengan memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrumnya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Diakibatkan aktivitas sesar mendatar di dasar laut.

Baca juga:  Pejabat dan Sahabat Antar Jenazah Mantan Bupati Buleleng Wirata Sindhu

Adapun dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Denpasar, Kuta, Jimbaran, Gianyar III MMI (Modified Mercalli Intensity) dan Klungkung I – II MMI. Hingga kini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Ia mengimbau masyarakat Bali agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan isu gempa susulan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Hingga Senin, 25 Juli 2022 pukul 17.26 WITA, hasil pantau BMKG menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan,” katanya.

Baca juga:  KUPA dan Perubahan PPAS 2018 Ditandatangani, Ada Pos Belanja yang Digeser

Dia mengatakan berdasarkan hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Namun demikian, dia mengingatkan kepada masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan guncangan gempa tektonik pukul 17.09.05 WITA di wilayah Kuta Selatan, Bali, Senin.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” kata dia.

Baca juga:  Dari PPKM Level 2 di Bali Berlanjut hingga Kenaikan Kasus COVID-19 Harian Nasional Terjadi

Dia menyarankan masyarakat agar menyebarkan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *