Ilustrasi. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Hujan deras yang melanda kawasan Badung berdampak pada pelayanan Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, Denpasar. Belasan ribu pelanggan tidak memperoleh air bersih.

Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, I Putu Yasa didampingi Direktur Administrasi Ni Luh Sri Utami dan Kasubag Humas Ketut Jombang dikonfirmasi, Selasa (12/7) mengungkapkan, terhentinya produksi di IPA Penet sejak Senin pukul 10.00 WITA. Hal ini berimbas pada 17.000 pelanggan yang ada di 4 desa/kelurahan di kawasan Denpasar Barat, yakni Kelurahan Padangsambian, Desa Padangsambian Kelod, Tegal Harum dan Tegal Kerta.

Baca juga:  Revitalisasi Pasar Banyuasri, Siapkan Lokasi Menjual Buah dan Sentral Kuliner Asli Buleleng

Yasa mengatakan, penghentian produksi yang dilakukan di lokasi IPA Penet karena memang lokasi bendung karet mengempis otomatis ketika banjir bandang terjadi. Hal itu kurang diantisipasi oleh UPT IPA Penet Provinsi Bali selaku pengelola. “IPA Penet ini dikelola Provinsi Bali, kami membeli di sana. Setiap kali hujan deras dan banjir bandang pasti produksi terhenti,” ungkapnya.

Dikatakan, ketika terjadi masalah di sana, imbasnya ke Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma. Pihaknya tidak mendapat suplai air dari IPA Penet. Produksi di IPA Penet yang dibeli perumda mencapai 60-70 liter per detik. “Karena ada gangguan, maka kami tidak bisa melayani pelanggan yang biasanya airnya diambil dari Penet. Beruntung sebanyak 20 liter per detik bisa dilayani dari IPA Blusung, hanya di wilayah rendah. Kalau wilayahnya tinggi, tidak bisa mengalir,” ujarnya. (Asmara Putera/balipost)

Baca juga:  Vila Terbakar, Kerugian Ratusan Juta Rupiah
BAGIKAN