Petugas saat melakukan penyekatan akses keluar masuk ternak di Nusa Penida. (BP/Gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Seluruh instansi pemerintahan kini dibuat sibuk dengan ragam upaya pencegahan penyebaran PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Penyakit yang menyerang ternak sapi, babi hingga kambing ini, mendapat atensi khusus, agar tidak menyebar ke Klungkung yang kini masih bertahan sebagai zona hijau PMK. Bahkan, jajaran TNI dari Kodim 1610/Klungkung juga harus siaga di Pelabuhan Kapal Roro Nusa Jaya Abadi di Nusa Penida, Kamis (7/7), untuk melakukan penyekatan jika ada ternak yang hendak masuk atau keluar Nusa Penida.

Dandim 1610/Klungkung Letkol Inf Suhendar Suryaningrat, saat menerjunkan jajarannya dalam mengantisipasi PMK, mengatakan bahwa pihaknya secara mandiri melaksanakan beberapa kegiatan pencegahan bersinergi dengan Polri maupun instansi lainnya.
Sebagai aksi tangkal maupun cegah dini masuknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah Klungkung, kini dipusatkan di Pelabuhan Kapal Roro Nusa Jaya Abadi. Pelabuhan ini dianggap sangat vital sebagai pintu keluar masuk hewan ternak dari dan ke Nusa Penida. Dalam situasi seperti ini, pelabuhan harus dijaga ketat, agar Nusa Penida sebagai habitat asli plasma nutfah sapi Bali tetap steril dari PMK.

Baca juga:  Bawaslu Tak Tindaklanjuti Laporan

Lebih lanjut, Pamen berpangkat melati dua ini menambahkan bahwa aksi pencegahan ini, meliputi pengecekan langsung di lapangan dengan mendatangi kandang-kandang peternak maupu perorangan warga, sesuai data yang ada, sekaligus melaksanakan penyemprotan disinfektan. “Kami juga gelar sosialisasi pada warga serta penyekatan di beberapa akses jalan, salah satunya di Pelabuhan Kapal Nusa Penida untuk menghindari hilir mudik maupun keluar masuknya ternak, seperti sapi, kambing maupun babi,” katanya.

Baca juga:  Kenalkan Album Kelima, Joni Agung Syuting Klip di Nusa Penida

Wabah PMK ini butuh perhatian semua pihak dalam mencegahnya. Maka, untuk itu dia mendorong seluruh komponen harus saling membantu dan aktif dalam monitoring penyakit PMK ini. Khususnya dalam rangka mengetahui sejauh mana situasi dan kondisi yang sebenarnya di lapangan secara konsisten. Semua upaya akan dilaksanakan secara optimal sebagai aksi cegah dan tangkal dini PMK tidak masuk wilayah Klungkung. “Kepada peternak maupun warga yang memiliki hewan ternak, saya mengimbau untuk menjaga kebersihan kandang serta hewan ternak serta memberikan asupan makanan yang bergizi,” tegas Dandim 1610/Klungkung.

Baca juga:  "Master Plan" dan DED Pelabuhan Segi Tiga Emas Masuk Finalisasi

Kadis Pertanian Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Juanida, mengatakan strategi rencana tindak lanjut penanganan PMK yakni, pemotongan bersyarat pada ternak terinfeksi dan ternak sehat dalam satu kandang. Kemudian desinfeksi dan disposal pada lokasi pemotongan bersyarat. Bagi kabupaten/kota zona merah dilakukan vaksinasi dalam radius 10 km dari titik kasus, tetapi karena keterbatasan vaksin, maka tahap pertama vaksinasi dilakukan pada radius 3 km.

Selanjutnya, pengetatan/pembatasan lalu-lintas hewan dan produk hewan rentan PMK, biosekuriti ditempat pemasukan dan pengeluaran ternak, komunikasi, informasi dan edukasi terkait PMK kepada masyarakat. “Pada zona merah dan kuning dilaksanakan strategi 1 sampai 6, sementara pada zona hijau untuk tahap awal hanya dilaksanakan strategi 4 sampai 6 diatas,” katanya. (Bagiarta/Balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *