Pengerjaan pengamanan pantai menggunakan bahan batu amor dilakukan di Pantai Jineng Agung. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem yang belakangan terjadi menyebabkan sejumlah pengerjaan revetment di pesisir Jembrana terganggu. Pengerjaan mengikuti kondisi alam lantaran air laut pasang.

Meskipun menggunakan alat berat, penggalian dan pemasangan batu armor menunggu air laut surut. Seperti di Pantai Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk pengerjaan menyesuaikan situasi, terlebih hingga Kamis (30/6) gelombang tinggi masih terjadi.

Dari pengamatan di lokasi, pengerjaan masih tetap berjalan menggunakan tiga alat berat. Namun pekerjaan difokuskan pada bagian darat.

Baca juga:  Diterjang Angin Kecang, Bale Pesayuban Pura Dalem Kahyangan Lingsir Roboh

Jalan Kelurahan yang sebelumnya sempat terputus tergerus air laut kini sudah bisa dilalui. Informasi warga, kondisi angin kencang disertai gelombang tinggi ini terjadi sejak sebulan terakhir.

Salah seorang perwakilan rekanan, Gusti Sudita mengatakan pengerjaan tetap dilakukan meskipun kondisi air laut pasang memanfaatkan alat berat. Sejumlah batu amor juga telah dipasang dan perataan jalan yang sebelumnya tergerus abrasi dilakukan. “Kalau sekarang kita fokuskan di atas dulu, nanti ketika air sudah surut baru di bawah (pantai),” terangnya.

Baca juga:  Ibu Temukan Anaknya Tak Bernyawa di Pohon Manggis

Selain di Gilimanuk, pengerjaan revetment serupa juga dilakukan di tiga titik sepanjang Pesisir Selatan Bali.  Di Delod Berawah, Candikusuma dan Tabanan satu titik. Rencananya, senderan pelindung pantai ini akan menyambung dari depan gardu PLN kabel laut Jawa Bali hingga perbatasan lahan kuburan di Gilimanuk.

Sebelumnya dua titik sambungan itu sudah terlebih dahulu dipasang revetment pantai dengan teknis yang sama. Menggunakan batu amor.

Baca juga:  Nelayan Tanam Cemara Laut Untuk Cegah Abrasi

Pemasangan pengaman pantai ini ditunggu warga karena sudah bertahun-tahun dihantui gelombang tinggi hingga masuk ke permukiman. Terutama di Lingkungan Jineng Agung.

Abrasi di wilayah itu mengakibatkan jalan putus dan air laut merusak bangunan tempat tinggal warga. Ditargetkan tahun ini, pengaman pantai untuk tiga lokasi di Jembrana ini sudah selesai. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN