I Made Dwipayana. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Warga Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo yang meninggal setelah digigit anjing, merupakan Suspect Rabies. Gejala penyebab kematian mengarah ke rabies. Dan selama enam bulan ini, di Jembrana sudah ada empat warga meninggal Suspect Rabies.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana, dr I Made Dwipayana, Minggu (19/6) membenarkan adanya warga di Tegalcangkring yang meninggal dengan indikasi rabies. “Suspect rabies, gejalanya memang mengarah rabies. Dan sejak awal tahun ini sudah ada empat warga suspect rabies yang meninggal dunia,” kata Dwipayana.

Baca juga:  Tambahan Harian Kasus COVID-19 di Bali di Atas 100 Orang! Korban Jiwa Juga Dilaporkan

Namun, menurutnya anjing yang menggigit dua bulan sebelumnya menurutnya belum bisa dipastikan apakah positif rabies atau tidak. Karena belum dilakukan pengetesan lab sampel otak anjing tersebut.

Untuk mencegah kondisi ini terus meningkat, kabupaten Jembrana mendapatkan bantuan VAR untuk gigitan anjing dari provinsi sebanyak 300 vial. Sebab saat ini stok VAR telah habis. “Stok kita sudah habis sejak Mei lalu, dan masing-masing Puskesmas dan RSU melakukan pengadaan sendiri,” kata Dwipayana.

Baca juga:  Indri Mantari, Ngojek Sambil Rampungkan S2

Dinas Kesehatan juga telah menyampaikan ke Sekda Jembrana terkait permasalahan ini (stok VAR habis). Sebelum APBD perubahan ini, rencananya akan menggunakan anggaran DTT ( dana tak terduga) untuk antisipasi rabies. Begitu juga di Dinas Pertanian dan Pangan untuk pengadaan vaksin HPR (Hewan Penular Rabies). (Surya Dharma/Balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *