Pengerjaan - Pengerjaan senderan di Gilimanuk untuk penanganan abrasi mulai dilakukan akhir pekan lalu menggunakan alat berat. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Pembangunan revertment pengaman pantai di Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk yang sudah dimulai akhir pekan lalu, dihentikan selama beberapa hari ke depan. Pasalnya kondisi alam kurang mendukung. Terjadi gelombang pasang tinggi di lokasi pengerjaan yang merupakan titik abrasi itu.

Informasi yang dihimpun, pemasangan pengaman pantai yang ditunggu warga ini menggunakan batu armor sepanjang 1 kilometer. Dari titik pasangan batu yang dipasang di depan gardu PLN kabel laut Jawa Bali hingga perbatasan lahan kuburan di Gilimanuk. Sejumlah kandang milik warga yang terkena jalur pembangunan juga telah dibersihkan.

Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Toni Wirahadikusuma, Selasa (14/6), menyebutkan, sebelum pembangunan sudah dilakukan sosialisasi kepada warga sekitar dimana pekerjaan dimulai tahun ini. “Ada beberapa kandang ternak warga yang dilalui dan sudah dipindahkan, saat sosialisasi juga sudah disampaikan” kata Lurah.

Baca juga:  Wakasau Ingatkan Bahaya Paham Radikalisme

Sejumlah alat berat juga sudah mulai beroperasi sejak akhir pekan lalu di Pantai Jineng Agung, Gilimanuk. Pengaman pantai atau revertment ini sangat dibutuhkan mengingat lokasi pantai di Jineng Agung dan padat penduduk ini rawan abrasi. Setiap terjadi air laut pasang dan gelombang tinggi, warga yang berada di pesisir pantai was-was. Bahkan jalan yang menghubungkan antarlingkungan sudah putus akibat tergerus air laut.

Sementara dari data yang diperoleh, tahun ini ada tiga pantai yang mendapat pengamanan pantai. Di antaranya Pantai Gilimanuk, Pantai Candikusuma di Kecamatan Melaya serta Pantai Delodberawah di Kecamatan Mendoyo. Total anggaran yang digelontor untuk pengaman pantai dari pusat senilai Rp 38 Miliar.

Baca juga:  Tergerus Zaman, Hanya Tiga Dokar yang Masih Bertahan di Klungkung

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana, I Wayan Sudiarta menyebutkan, tahun ini ada tiga lokasi pantai yang ditangani abrasi dengan senderan pantai. Yakni Pantai Jineng Agung di Gilimanuk, Pantai Candikusuma, dan Pantai Delodberawah. Ketiganya kebetulan masuk Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Kabupaten Jembrana. “Di tiga lokasi itu sudah mulai pengerjaan, total nilai dibantu dari pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida sekitar Rp 38 miliar,” kata Sudiarta.

Baca juga:  Pelatda PON Berubah Jangka Panjang

Tiga lokasi ini sudah sejak sebelumnya diajukan untuk penanganan abrasi. Masih ada dua titik di antaranya di Pebuahan, Kecamatan Negara dan Yehembang, Kecamatan Mendoyo.

Sementara dari informasi, saat ini hingga beberapa hari ke depan pengerjaan dihentikan sementara khususnya di titik yang akan dipasang batu pengaman pantai. Gelombang pasang tinggi yang berpotensi terjadi dipicu Bulan Purnama super atau purnama perige. Fase bulan ini menyebabkan pasang laut yang lebih tinggi, termasuk di pesisir pantai di Bali. Informasi di BMKG, fase bulan purnama dan terjadi pasang laut tinggi ini mulai 12 Juni hingga 16 Juni 2022. (Surya Dharma/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *