Seorang warga tengah memandikan ternak babinya di Denpasar. Stok babi disenjumlah peternakan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan daging babi dalam merayakan Galungan dan Kuningan. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ketersediaan ternak babi menjelang Galungan kali ini di Kota Denpasar cukup banyak. Karena itu, tidak ada kekhawatiran akan langkanya stok babi yang banyak diperlukan masyarakat pada hari raya Galungan ini.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kota Denpasar, ternak babi yang siap dipotong mencapai 1.000 ekor lebih. Untuk itu, keperluan akan daging babi pada perayaan Galungan dan Kuningan kali ini sudah terpenuhi.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Made Ngurah Sugiri, Minggu (5/6) mengatakan di Denpasar terdapat 1.000 ekor babi siap potong. Sementara itu, untuk populasi babi yang ada sebanyak 4.000 ekor. Sedangkan untuk kebutuhan masyarakat saat penampahan Galungan sebanyak 802 ekor. “Sehingga jumlah tersebut sudah sangat mencukupi. Belum lagi ada pasokan babi dari luar Denpasar seperti Tabanan,” kata Sugiri.

Baca juga:  Kantong Pendatang di Denpasar Disasar Vaksinasi COVID-19

Oleh karenanya, pihaknya melakukan pengecekan antemortem atau sebelum hewan disembelih dan pengecekan hewan setelah disembelih atau postmortem. Untuk pengecekan antemortem akan dilaksanakan H-1 menjelang penampahan Galungan.

Sementara postmortem dilaksanakan usai pemotongan atau saat penampahan.Apabila ada kelompok masyarakat yang melakukan pemotongan secara swadaya bisa menghubungi kami untuk pengecekan antemortem dan postmortem.“Kami harapkan masyarakat bisa proaktif melapor ke kami jika ada yang memotong secara mandiri. Nanti kami akan turunkan petugas untuk melakukan pengecekan,” katanya.

Baca juga:  Penuhi Permintaan Galungan, Stok Babi di Denpasar Masih Mencukupi

Pengecekan ini dilakukan untuk antisipasi penyakit yang bersifat zoonosis atau yang bisa menular ke manusia. Adapun penyakit yang diantisipasi yakni streptococcus atau meningitis babi yang pernah terjadi dua tahun lalu, sistiserkosis yang disebabkan cacing pita serta japanese encephalitis yang disebabkan oleh gigitan nyamuk melalui tubuh babi.

Oleh karena itu pihaknya juga meminta inisiatif dari warga yang akan memotong babi di luar RPH untuk melapor ke Dinas Pertanian agar dilakukan pengecekan sebelum pemotongan maupun sesudah pemotongan babi. Pihaknya mengaku sudah menyiagakan sebanyak 20 orang petugas untuk melakukan pengecekan.

Baca juga:  Khawatir Babinya Tak Terjual, Warga Bukit Jangkrik Gelar Mepatung Dadakan

Sementara itu, untuk harga daging babi saat ini menurut Sugiri Rp 80 ribu per kilogram. Dikatakan Sugiri, saat ini di Denpasar sudah jarang ada warga yang secara berkelompok memotong babi. Tradisi mepatung ini sudah mulai berkurang, dan warga kebayanyakan membeli yang sudah jadi atau memotong di RPH. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *