Para peserta merangkai janur untuk lomba penjor yang digelar Desa Adat Kerobokan. (BP/edi)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Desa Adat Kerobokan, Kuta Utara, Badung, terus berupaya untuk membangkitkan dan meningkatkan kreativitas seni generasi muda setempat, melalui karya penjor. Melalui kegiatan lomba membuat penjor, desa adat setempat melibatkan 52 banjar yang tahapannya mulai digelar, Rabu (1/6).

Menurut Bendesa Adat Kerobokan, Anak Agung Putu
Sutarja, lomba ini diinisiasi oleh Yowana Cakra Dharma, yang akan diikuti 52 banjar. Selain meningkatkan kreativitas, lomba ini juga ditujukan untuk meningkatkan rasa persatuan antar yowana
di Kerobokan. “Lomba penjor ini, merupakan ajang kreativitas dari sekaa teruna di Desa Adat Kerobokan,” katanya, Kamis (2/6).

Baca juga:  Nyepi, Tol Bali Mandara Tutup Mulai Jumat

Lebih lanjut dikatakan, pelaksanaan lomba ini juga untuk menyambut pujawali Pura Desa lan Puseh
Kerobokan yang jatuh pada 13 Juni 2022. “Untuk lomba penjor akan digelar pada 11 Juni 2022, dengan peserta dari 52 banjar se-Desa Adat Kerobokan,” ujarnya.

Menurutnya, lomba penjor ini ditujukan untuk meningkatkan kreativitas sekaa teruna atau yowana. Lantaran nantinya yang mengikuti lomba adalah seluruh sekaa teruna di 52 banjar. Sekaligus nantinya dapat meningkatkan rasa persatuan antarsekaa
teruna. “Melalui lomba ini para sekaa teruna dapat
terus berinovasi. Nantinya lomba penjor akan terus berlanjut di tahun berikutnya,” ungkapnya.

Baca juga:  Desa Adat Sangkanbuana Kukuhkan Bendesa Terpilih

Pihaknya berharap, lomba penjor tersebut dapat menggerakkan perekonomian terutama di Desa
Adat Kerobokan. Lantaran nantinya dengan adanya lomba penjor ini, UMKM juga dapat berkembang. Selain itu diharapkan juga dapat memupuk tali persaudaraan antarsekaa teruna dan yowana.

Sutarja menjelaskan, sejatinya lomba ini bukan yang
pertama kali dilaksanakan. Lantaran lomba serupa juga sudah pernah dilaksanakan sejak tahun 2009.

Dulunya lomba ini dilaksanakan setiap Penampahan Galungan. Penjor yang dilombakan akan ditancapkan di masing-masing banjar yang kemudian akan dinilai oleh dewan juri. “Tahun ini lomba penjor mengambil tema ‘Ngerobok’ yang akan digelar di Pura Desa
lan Puseh Kerobokan. Untuk lokasi penempatan penjor difokuskan di Jalan Raya Kerobokan,” jelas Ketua MDA Badung tersebut.

Baca juga:  Desa Adat Yeh Buah Ikut Pertahankan Kelestarian Hutan

Tahapan lomba ini dimulai dari perangkaian janur di
GOR Purna Krida pada tanggal 1 Juni. Sekaligus nanti
ada penilaian di sana. Setelah itu perangkaian penjor akan dilanjutkan kembali di masing-masing banjar. “Puncak lomba tanggal 11 Juni seluruh penjor harus sudah ditancapkan di Jalan Raya Kerobokan,” bebernya. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN