Sejumlah yowana melakukan persiapan pemasangan penjor lomba di pinggir Jalan Udayana, Denpasar, Rabu (25/2). Penjor-penjor ukuran besar tersebut dipasang serangkaian HUT ke 238 Kota Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Seperti tahun sebelumnya, lomba penjor meriahkan rangkaian HUT ke-238 Kota Denpasar. Tahun ini, ada 23 sekaa teruna atau yowana yang turut terlibat dalam lomba penjor yang di pasang di seputaran Kantor Wali Kota Denpasar, Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara saat ditemui di lokasi, Rabu (25/2) mengatakan, karya-karya yang ditampilkan tahun ini menunjukkan peningkatan kualitas dari segi seni dan inovasi.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena adik-adik Yowana kita memasang karya penjor yang begitu hebat. Ada seni dan inovasi pembuatan penjor kreasi yang betul-betul luar biasa,” ujar Raka Purwantara.

Baca juga:  Dewan Pendidikan Tabanan Geliatkan Lomba Mesatua dan Mepidarta

Dalam kompetisi ini, pihaknya telah menyiapkan hadiah puluhan juta untuk pemenang. Raka menjelaskan bahwa akan dipilih enam pemenang terbaik, mulai dari juara 1 hingga harapan 3. Juara 1 mendapat hadiah Rp10.000.000, juara 2 (Rp8.000.000), dan juara 3 (Rp6.000.000).

Kemudian harapan 1 (Rp5.000.000), harapan 2 (Rp4.000.000), dan harapan 3 (Rp3.000.000). Terkait teknis pelaksanaan, Raka menekankan bahwa Dinas Kebudayaan fokus pada pengelolaan manajemen lomba agar berjalan objektif.

Hal ini mencakup penyediaan honor bagi para juri profesional, konsumsi bagi petugas di lapangan, serta memastikan seluruh hadiah tersalurkan dengan baik kepada para pemenang.

Baca juga:  Proyek Infrastruktur Publik akan Terdampak PSBB, Disarankan Beri Kelonggaran Waktu Penyelesaian

“Dari pihak Disbud, kami menyiapkan hadiah, honor juri, hingga konsumsi petugas lapangan untuk memastikan acara HUT Kota ke-238 ini berjalan lancar,” terangnya.

Sementara dikonfirmasi terpisah, Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, Anak Agung Made Angga Harta Yana, mengatakan lomba ini merupakan inisiasi Yowana sebagai ruang kreativitas generasi muda dalam melestarikan tradisi. Penilaian lomba melibatkan tiga orang juri dan dilaksanakan pada Rabu (25/2) sekitar 16.00 WITA. Proses penjurian difokuskan pada aspek pakem, kreativitas, kerapian, serta makna filosofis yang dituangkan dalam setiap penjor.

Baca juga:  Pers Akademika Unud Gelar Bali Journalist Week 2025

Angga Harta Yana menjelaskan, dari sisi pendanaan kegiatan ini didukung dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar. Sementara hadiah bagi para pemenang difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. (Widiastuti/bisnisbali)

 

BAGIKAN