Seorang guru mengajar anak didiknya di dalam kelas di salah satu SMP di Denpasar. Disdikpora Kota Denpasar mengakui jumlah guru SD dan SMP masih kurang di Denpasar. (fBP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Perekrutan guru P3K yang dilakukan belum lama ini oleh Pemkot Denpasar belum mampu menyelesaikan kekurangan guru. Terlebih dalam proses rekrutmen guru P3K tersebut sedikitnya 787 orang tak lulus.

Akibatnya, hingga kini Denpasar masih kekurangan sebanyak 258 guru SD dan SMP. Hal ini diungkapkan Kadisdikpora Denpasar, A.A.Gede Wiratama, Rabu (1/6). Dikatakan, kekurangan itu tersebar di jenjang SD sebanyak 141 guru dan SMP 117 orang guru. “Kekurangan guru ini dikarenakan banyak guru yang sudah pensiun,” ujarnya.

Baca juga:  Tidak Pakai Masker, Ini Sanksinya

Dalam menyikapi kondisi ini, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar pun merencanakan membahas masalah ini secepatnya. “Kami sudah bertemu dengan pimpinan, dan Kamis besok kami akan rapatkan untuk pembicaraan tentang ini. Karena rekrutmen guru kontrak butuh anggaran dan tahapan,” kata Wiratama.

Wiratama mengatakan, tahun ajaran 2022/2023 ini sebenarnya pihaknya kekurangan 1.058 guru SD dan SMP. Namun sebanyak 787 guru kontrak tidak lolos Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Baca juga:  Kelumpuhan Seorang Guru di Sukabumi, Disebut Tak Terkait Vaksinasi

Sehingga guru tersebutlah yang dimanfaatkan terlebih dahulu untuk mengisi kekurangan guru.

Wiratama mengatakan, target pada bulan Juli 2022 ini sudah harus ada guru, sehingga rekrutmen guru kontrak ini harus sudah selesai paling lambat Juli 2022. Ia mengatakan sampai saat ini belum ada formasi CPNS untuk guru di Denpasar. Selain itu, informasi terkait formasi PPPK gelombang ketiga juga belum ada hingga saat ini. (Asmara Putera/balipost)

Baca juga:  Puluhan Guru dan Kepsek di Jembrana Dimutasi
BAGIKAN