Putri Suastini Koster. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini setiap 21 April. Di tahun 2022 ini, Hari Kartini akan diperingati, Kamis (21/4).

Bagi Manggala Utama Pasikian Paiketan Krama Istri MDA Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, perempuan khususnya seorang ibu dalam rumah tangga akan selamanya menjadi garda terdepan, sekaligus garda di belakang bagi keluarga. Tidak jarang ditemui begitu banyak perempuan yang berperan ganda.

Srbab, selain menjalankan fungsinya sebagai ibu rumah tangga, tidak sedikit dari mereka yang juga bekerja di luar rumah untuk membantu perekonomian keluarganya. Pada saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, perempuan juga berperan berlipat ganda. l

Mereka memfungsikan perannya sebagai ibu rumah tangga, guru pengajian yang mendampingi anak-anak mereka saat belajar dari rumah, sekaligus memutar otaknya untuk mendapatkan cara dan solusi untuk melanjutkan penghidupan keluarganya. Sebab, kebanyakan dari mereka dan suami mereka kehilangan mata pencaharian akibat dampak pandemi COVID-19.

Baca juga:  Lahan Pembuatan Garam Tradisional Menyempit

Selain itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali, mengatakan bahwa perempuan juga memiliki peran untuk menentukan keberhasilan dalam membimbing, mendidik anak-anak untuk menjadi generasi unggul. Sebab, hal ini bisa tercapai tergantung dari cara orangtua khususnya peran ibu.

Sehingga menentukan sumber daya manusia (SDM) di masa yang akan datang. Untuk itu, istri Gubernur Bali Wayan Koster ini berharap perempuan Bali dapat meneladani sikap-sikap Raden Ajeng Kartini yang merupakan seorang tokoh dan Pahlawan Indonesia.

Ibu Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan Pribumi-Nusantara. Dia mengingatkan bahwa peran dari seorang perempuan sangatlah penting di tengah masyarakat dan terutama di dalam keluarga, perempuan atau seorang ibu merupakan benteng keluarga.

Untuk itu seorang ibu jangan sampai meninggalkan peran domestiknya (merawat anak, mengurus keluarga) meskipun ibu terjun ke dalam dunia politik ataupun bekerja. Dikatakan, Ibu Kartini menjadi inspirasi sebagai tokoh perempuan untuk tidak diam.

Perempuan dengan lambang Dewi Saraswati yakni kekuatan Dewa Brahma memiliki kecerdasan yang untuk mengarahkan hal-hal positif di tengah anggota keluarganya. Apalagi, seorang perempuan tetap akan menjadi benteng dalam rumah tangga yang berperan dalam fungsi domestiknya untuk mendidik anak-anak yang berkarakter dan berbudi pekerti.

Baca juga:  KPU Klungkung Temukan KTA Ganda di Sebelas Parpol

Sekaligus menyalurkan kasih sayangnya dalam mendidik anak-anaknya sebagai penerus perjuangan Bung Karno, yakni membangun bangsa yang bermartabat dan berbudaya adiluhung. Di Hari Kartini ini, Putri Suastini Koster mengajak ibu-ibu di seluruh Bali untuk tetap merangkul anak-anak dan anggota keluarga dengan kasih sayang dan cinta yang tulus.

Sehingga memberi rasa aman dan nyaman bagi anggota keluarganya saat terjadi masalah seperti di masa pandemi ini. Untuk itu, sudah selayaknya perempuan Indonesia khususnya perempuan Bali bangga menjadi ibu rumah tangga yang berperan sebagai penglahir SDM yang berkarakter dan budi pekerti yang matang serta penuh tanggung jawab.

Tokoh Politik yang juga Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali, Dr. I.G.A. Diah Werdhi Srikandi, mengatakan perempuan Bali adalah perempuan yang hebat, serba bisa, tangguh serta multitasking. Bahkan, perempuan Bali tidak pernah mengeluh dengan segala aktivitasnya yang padat.

Baca juga:  Banyak Tantangan Era Milenial, Orangtua Diharap Jadi Benteng Pertahanan Keluarga

Menurutnya, saat ini perempuan Bali sudah banyak yang bisa berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Sebab, perempuan bukan lagi menjadi kaum yang tertindas, tetapi sudah banyak yang menjadi leader dan banyak yang potensial menjadi aset bangsa karena kemampuan dan kevokalannya.

“inilah yang menjadikan dasar bagi kami di Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) Provinsi Bali untuk mendirikan Sekolah Perempuan Berdikari (SPB) dalam rangka Hari Kartini pada tanggal 15-17 April 2022 kemarin. Saya berharap tekad yang bulat, suasana kekeluargaan dan kebersamaan serta semangat yang sudah mulai tumbuh dan berkembang di hati seluruh perempuan parlemen, dapat makin diwujudnyatakan dalam kinerja dan pengabdiannya bagi Bali yang kita cintai,” ujar Ketua KPP Provinsi Bali ini. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *