Beberapa wisatawan mancanegara (wisman) jalan-jalan menikmati suasana Pantai Batu Bolong, Badung. Kunjungan wisman di pantai ini terlihat minim sejak pandemi Covid-19 merebak. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada saat sebelum pandemi, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali mencapai jutaan orang per tahun. Setelah kebijakan pelonggaran masuk ke Bali baru ribuan wisman yang datang, maka angka tersebut masih jauh dari normal.

Kebangkitan pariwisata Bali masih belum akan segera terwujud. Sebagai perbandingan,
tahun 2019 jumlah wisman ke Bali menembus 6,3 juta orang. Jika dirata-ratakan, per hari ada sekitar 17,5 ribu orang datang ke Bali. Dan jika dihitung per bulannya, akan didapat rata-rata 525 ribu wisman datang untuk berwisata.

Berdasarkan data dari BPS Bali, wisman yang datang langsung ke Provinsi Bali pada Februari 2022 tercatat sebanyak 1.310 kunjungan. Meski jika dipresentasekan akan terlihat kenaikan
hingga puluhan ribu persen (43.566,67 persen) dibandingkan periode bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 3 kunjungan, kenaikan itu nyaris tidak berarti.

Baca juga:  Ratusan Kamar Hotel di Sanur Siap Jadi Karantina Wisman, "Booking" Belum Ada

Dengan 1.310 dalam sebulan, berarti rata-rata per hari hanya 44 orang wisman datang ke Bali. Kedatangan per hingga 17 ribu orang lebih saat sebelum pandemi, dibandingkan hanya 44 orang per harinya Februari ini, seperti membandingkan langit dan bumi.

Plt. Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, I Made Agus Adnyana, S.E., saat rilis resmi statistik, belum lama ini. Jumlah wisman yang berasal dari Rusia sebanyak 239 kunjungan, Amerika Serikat sebanyak 124 kunjungan, Australia 116
kunjungan, Inggris sebanyak 94 kunjungan, dan Jerman sebanyak 94 Kunjungan. Sementara Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Februari 2022 tercatat sebesar 14,86 persen, turun 5,85 poin dibandingkan TPK Januari 2022 (mtm) yang tercatat sebesar 20,71 persen. Penurunan TPK (mtm) terdalam tercatat pada TPK Hotel Bintang 5 sedalam 8,63 poin.

Baca juga:  Diduga Depresi, Turis Aniaya Karyawan Hotel di Kuta

Bila dibandingkan dengan TPK pada bulan Februari 2021 (yoy) yang mencapai 8,99 persen,
tingkat penghunian kamar pada Februari 2022 tercatat naik 5,87 poin. Sementara itu, TPK hotel non bintang tercatat sebesar 6,32 persen, naik 1,51 poin dibandingkan Januari 2022.
Peningkatan TPK (yoy) tercatat pada seluruh kelas hotel berbintang, dengan peningkatan tertinggi tercatat pada kelas hotel bintang 1 setinggi 27,71 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik pada hotel berbintang di Bali pada bulan Februari 2022 tercatat 1,77 hari, turun 0,14 poin dibandingkan dengan capaian bulan Januari 2022 (mtm) yang tercatat 1,91 hari, dan jika dibandingkan dengan capaian Februari 2021
(yoy) yang tercatat 2,67 hari, turun 0,90 poin.

Baca juga:  Hadapi Wabah COVID-19, Kadin Optimis Ekonomi Bali Bertahan

Sementara itu, untuk hotel non bintang, rata-rata lama menginap di Februari 2022 tercatat sebesar 1,73 hari, naik 0,13 poin dibandingkan Januari 2022 yang tercatat sebesar 1,60 hari. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *