Aktivitas lalu lintas di jalur Penelokan, Kintamani. (BP/Dokumen)

BANGLI, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Bangli sejak Februari lalu telah menerapkan sistem tiket elektronik atau e-tiketing di obyek daya tarik wisata Kintamani. Sedangkan untuk di DTW lainnya direncanakan menyusul.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli I Wayan Sugiarta mengatakan, kedepan pemungutan tiket masuk di semua obyek wisata dirancang dilakukan dengan sistem elekronik. Sejauh ini e-tiketing baru diterapkan di Kintamani. “Sekarang masih fokus di Kintamani dulu. Kami masih akan penuhi kekurangan alat di Kintamani,” kata Sugiarta, Senin (28/3).

Baca juga:  Bupati Eka Minta Pengelola DTW Tanah Lot Lakukan Tiga Hal Ini

Diungkapkannya, pihaknya saat ini baru memasang satu alat e-tiketing di masing-masing pos pungut yang ada di DTW Kintamani. Menurutnya jumlah alat yang ada masih kurang. Untuk mengoptimalkan layanan kepada wisatawan terlebih ketika situasi pariwisata sudah normal kembali, idealnya masing-masing pos dipasangi 2 hingga 3 alat. “Supaya pelayanan bisa cepat sehingga antrian wisatawan tidak panjang,” ujarnya.

Karenanya pihaknya kedepan akan merencanakan penambahan alat e-tiketing di pos pungut retribusi di Kintamani. Setelah itu baru dilanjutkan penerapan e-tiketing di DTW lainnya seperti Penglipuran, Pura Kehen, Pura Puncak Penulisan dan Terunyan.

Baca juga:  Mati Berhari-hari, Pedagang Keluhkan Air Toilet Pasar Kidul

Tentunya sebelum menerapkan e-tiketing di obyek tersebut, pihaknya harus melakukan penjajagan dan komunikasi terlebih dahulu dengan pengelola masing-masing. Sugiarta memastikan penerapan e-tiketing di DTW lainnya belum bisa dilakukan tahun ini.

Sementara itu disinggung mengenai kunjungan wisatawan ke Bangli, dikatakan mantan Kepala Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangli itu, bahwa sejauh ini kunjungan wisatawan ke Bangli masih didominasi wisatawan domestik.

Kunjungan wisatawan mancanegara, diakuinya sudah mulai ada. Namun jumlahnya masih sedikit. Dia mencontohkan seperti di Penglipuran, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke desa wisata itu jumlahnya baru belasan orang.

Baca juga:  Petani di Kintamani Cenderung Beralih ke Bawang

Sebagaimana yang diketahui penerapan e-ticketing di Kintamani dillakukan Pemkab Bangli dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan dan menciptakan sistem pungutan yang transparan dan akuntabel. Serta untuk memulihkan citra pariwisata Kabupaten Bangli. Dengan sistem e-tiketing diharapkan juga dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi wisata Kabupaten Bangli. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN