Banjir - Banjir yang menggenangi permukiman warga di desa Pengambengan hingga Senin. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem yang melanda pesisir Jembrana mengakibatkan banjir di wilayah Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Minggu malam (20/3). Air menggenang di ratusan rumah warga terjadi hingga Senin (21/3) pagi. Tidak ada laporan korban jiwa dalam musibah tersebut.

Akan tetapi, kondisi banjir masih terjadi hingga seharian. Dari pendataan awal pihak desa setempat, ada ratusan rumah warga yang terendam air. Rata – rata tinggi genangan air sepaha orang dewasa. Bahkan di Banjar Munduk, air mencapai setinggi pinggang. Diduga genangan air ini akibat drainase yang kecil sehingga air sulit untuk surut. Sedangkan hujan deras terjadi sejak Minggu (20/3) siang dan hampir merata mengguyur wilayah Jembrana.

Baca juga:  Waspadai OTG, Bali Mesti Gencarkan Tes PCR

Namun dari sejumlah wilayah, di Pengambengan yang mengalami genangan air terparah. Air terus naik terjadi sejak Minggu petang. “Tadi malam jam satu sudah mulai naik air, sekarang masih menggenang,” kata Wiwin (25) salah seorang warga, Senin (21/3). Beberapa warga bahkan masih sibuk membersihkan rumah termasuk menyelamatkan barang berharga dari genangan air yang di antaranya sampai masuk ke dalam rumah.

Banjir yang terjadi hingga seharian bahkan setelah hujan reda, diduga disebabkan drainase pemukiman ke arah pantai terlalu kecil. Sementara air kiriman dari arah Utara tinggi. Selain drainase yang kecil, sampah menyumbat sebagian drainase membuat genangan air. Perbekel Pengambengan, Kamaruzzaman menyebutkan, air yang menggenang hampir merata di seluruh desa Pengambengan. Hujan deras yang terjadi Minggu hingga malam mengakibatkan air cepat naik. Di satu sisi, drainase kecil. Air kiriman dari Utara tidak dapat mengalir, terlebih posisi Desa Pengambengan berada di bawah dan untuk mengalir keluar susah. “Drainase kecil dan banyak yang tersumbat sampah, air tidak bisa mengalir dan meluap ke permukiman yang lebih rendah posisinya,” kata Kamaruzzaman.

Baca juga:  Tambahan Kasus COVID-19 Nasional Lebih Sedikit dari Pasien Sembuh, Bali Masuk 10 Besar

Upaya pembersihan drainase dari sumbatan secara bergotong royong oleh warga sudah dilakukan. Begitu juga mengeruk pasir laut di pantai agar air cepat mengalir ke arah laut. Menurutnya banjir seperti ini sudah sering terjadi di Pengambengan. “Banjir kali ini dari pendataan ada sekitar 400 rumah warga yang terdampak. Selain itu juga banyak sumur atau sumber air warga yang terendam air,” kata dia. Desa berupaya agar mendapatkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga selama banjir. (Surya Dharma/Balipost)

Baca juga:  Banjir Akibat Topan Kompasu di China Selatan Tewaskan 15 Orang
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *