Kondisi bangunan terdampak gempa bermagnitudo (M) 6,1 di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah lokasi terdampak gempa bermagnitudo (M) 6,1 yang mengguncang Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, Jumat (25/2). Kecamatan Talamau merupakan lokasi terdampak parah.

“Laporan sementara, lokasi yang terdampak parah berada di Kecamatan Talamau, Pasaman Barat. Pascagempa, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat segera melakukan pemantauan dampak gempa,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dikutip dari Kantor Berita Antara.

Dari laporan BPBD setempat, katanya, juga disebutkan guncangan di Kabupaten Pasaman Barat dirasakan kuat 3-5 detik. Muhari mengemukakan kekuatan guncangan yang sama juga dirasakan warga di Kabupaten Pasaman.

Baca juga:  Rehabilitasi Bencana Banjir Bandang di Gerokgak, BNPB Hibahkan Rp 15 Miliar

Guncangan kuat mengakibatkan masyarakat panik dan keluar rumah. “Sejumlah kerusakan terjadi di kabupaten tersebut, seperti fasilitas pendidikan dan rumah warga. Namun demikian BNPB masih melakukan koordinasi lebih lanjut dengan BPBD setempat, terkait dampak gempa,” ujarnya.

Sementara di Kabupaten Limapuluh Kota, gempa dirasakan kuat oleh warga selama 2-5 detik. Laporan sementara ada kerusakan rumah warga di dua kecamatan, yaitu di Bukit Barisan dan Kecamatan Gunung Ameh, namun BNPB masih melakukan konfirmasi terhadap informasi ini.

Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah lain, seperti Kabupaten Agam, Padang Pariaman dan Pariaman. BPBD Kabupaten Agam juga melaporkan adanya guncangan kuat yang dirasakan masyarakat dengan durasi 3-4 detik.

Baca juga:  Jika Pandemi Kondusif, Menparekraf Sebut Indonesia Berpotensi Datangkan Jutaan Wisman

Sebagian masyarakat dilaporkan panik dan keluar rumah. BNPB sedang melakukan kaji cepat di lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya.

Laporan adanya guncangan kuat dilaporkan BPBD Padang Pariaman dan Kota Pariaman. Warga Padang Pariaman merasakan gempa kuat selama 2-5 detik, sedangkan di Kota Pariaman dirasakan 3-4 detik.

Sementara itu, BPBD Kota Padang melaporkan guncangan dirasakan lemah selama 1-3 detik. Namun demikian, sebagian warga dilaporkan sempat panik dan keluar rumah. Hal serupa juga dialami warga di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Baca juga:  WN Kanada Terjatuh dari Jembatan Suluban

Parameter gempa tercatat berada pada 17 km timur laut Pasaman Barat, Sumatra Barat, dengan kedalaman 10 km. Kekuatan gempa yang dihitung dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) menyebutkan wilayah Pasaman pada V MMI, Agam, Bukit Tinggi dan Padang Panjang IV MMI, Padang, Payahkumbuh, Aek Godang dan Gunung Sitoli III MMI, Pesisir Selatan, Rantau Parapat, Nias Selatan dan Rangkinang II MMI.

Menyikapi kondisi pascagempa, ABdul Muhari mengimbau warga untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi gempa susulan. BNPB juga meminta warga untuk tidak terpancing pada kemungkinan isu negatif yang beredar dan dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *