Gubernur Bali, Wayan Koster melaksanakan groundbreaking Relokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Grati ke Pesanggaran, Kota Denpasar dan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Jumat (18/2). (BP/Win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster melaksanakan groundbreaking Relokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Grati ke Pesanggaran, Kota Denpasar. Juga, Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Jumat (18/2).

Acara groundbreaking dihadiri oleh Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Ade T. Sutiawarman, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Kadisnaker, ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Ngurah Arda, Kapolresta Denpasar, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Direktur Utama PT. PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, Dirut PT Indonesia Power, Ahsin Sidqi, dan PLN Group.

Gubernur Koster mengaku bahagia karena PT. PLN (Persero) telah memulai Relokasi PLTG Grati Ke Pesanggaran dengan kapasitas 2 X 100 MW dan Pembangunan PLTS Hybrid Nusa Penida dengan kapasitas 3,5 MW yang sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan menjaga kesucian dan keharmonisan Alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia, Sakala-Niskala menuju kehidupan Krama dan Gumi Bali sesuai dengan Prinsip Trisakti Bung Karno: Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan melalui Pembangunan Secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila 1 Juni 1945.

Implementasi visi ini salah satunya untuk menciptakan kualitas udara yang bersih demi terciptanya kualitas hidup yang sehat di Pulau Bali dengan menerapkan sumber energi yang ramah lingkungan sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 Tentang Bali Energi Bersih dengan melaksanakannya dari hulu sampai hilir. “Bali secara regulasi juga telah memiliki Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 Tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai dengan tujuan menciptakan kualitas udara yang bersih. Pengunaan kendaraan motor listrik yang tidak akan menimbulkan polusi suara dan tidak mencemari udara atau mengeluarkan asap,” tandas Gubernur Koster.

Baca juga:  Jelang Tahun Baru, Kapolres Atensi Khusus Nusa Penida

Bali yang bersih juga memberikan rasa nyaman dan berdampak positif terhadap kunjungan wisatawan. Dimana sebelum pandemi, sempat angka kunjungannya naik dari 6 juta menjadi 6 juta 300 wisatawan mancanegara (wisman) dan dari 9 juta menjadi 10 juta 500 wisatawan domestik (wisdom) yang berkunjung ke Bali, karena adanya kebijakan Peraturan GubernurBali Nomor 97 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. “Penggunaan energi bersih di Bali mendapat respon positif dan apresiasi dari sejumlah negara,” kata Gubernur Bali jebolan ITB ini.

Mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini kemudian menyoroti energi listrik yang ada di Bali sebagian masih menggunakan bahan bakar fosil. “Atas kondisi itu, saya bicara dengan Menteri ESDM untuk meminta agar yang berbahan bakar fosil ini ditransisikan paling tidak menggunakan gas/PLTG, seperti di Gillimanuk, Kabupaten Jembrana dan di Celukanbawang dan Pemaron, Kabupaten Buleleng,” ungkapnya.

Gubernur Koster kemudian menargetkan Bali mandiri energi dengan energi bersih dengan rencana dibangunnya tenaga listrik yang bisa memenuhi kebutuhan energi untuk konsumsi domestik ataupun juga konsumsi wisatawan, hotel, restaurant, serta industri di Pulau Dewata. “Mengapa Bali ini perlu mandiri energi, selain untuk kebutuhan domestiknya, karena Bali adalah pintu masuk wisata dunia terbesar di Indonesia, jadi harus memiliki kepastian keberlanjutan dari kebutuhan energi yang bisa dikelola dan dikontrol langsung oleh daerah. Sekarang sedang disiapkan kebijakan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya, dimana nantinya diharapkan rumah, hotel, restaurant, perkantoran, pasar swalayan, serta fasilitas umum lainnya menggunakan rooftop. Kalau di Bali begini, akan keren dan betul-betul menjadi destinasi pariwisata yang digemari oleh masyarakat luar,” jelas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Baca juga:  Jadikan Pandemi Sebagai Momen Tetap Kreatif

Gubernur Koster menegaskan Bali sebagai tuan rumah G20 melalui Presiden RI, Joko Widodo telah meng-endorse 3 topik utama yang akan diangkat dalam Presidensi G20 Indonesia. Yakni, Sistem Kesehatan Dunia, Transformasi Ekonomi dan Digital, dan Transisi Energi. “Bapak Presiden mendorong dalam rangka G20 agar ada showcase tentang energi bersih. Maka Saya ucapkan terimakasih ke PLN yang telah melakukan relokasi ini dan harus dilaksanakan dengan disiplin serta berkualitas, karena G20 akan berlangsung di bulan November 2022. Jadi akhir Oktober paling lambat ini harus jadi dan beroperasi, serta menjadi showcase G20 termasuk yang di Nusa Penida terkait Hybrid, selain ada penerangan jalan umum menggunakan solar cell, dan kendaraan listrik,” jelasnya.

Oleh karena itu, Gubernur Koster meminta kepada PLN untuk meneruskan komitmen ini, sampai betul-betul terwujud Bali mandiri energi dengan energi bersih, dan Kita doakan PLN lebih progresif untuk mencapai energi bersih di tahun 2025 sebanyak 23 persen.

Sementara itu, Direktur Utama PT. PLN (Persero), Darmawan Prasodjo melaporkan Relokasi PLTG Grati yang berkapasitas 2 X 100 MW ke Pesanggaran akan mulai beroperasi atau Commercial Operation Date (COD) pada bulan Oktober 2022, setelah melalui proses Pekerjaan Sipil, Transportasi dan Dismartling, Instalasi Common System, Instalasi Electrical, Instalasi System Control Common, dan Commisioning. Setelah itu COD keduanya akan dilakukan pada tahun 2023. Sedangkan untuk pembangunan PLTS Hybrid dilaksanakan di Nusa Penida dengan memiliki kapasitas 3,5 MW.

Baca juga:  Pengangguran Masih Tinggi, Pekerja Paruh Waktu Meningkat

Ini akan menjadi pembangkit pertama di Bali dan juga akan jadi showcase di KTT G20. Karena itu, pemindahan relokasi ini tidak mungkin terlaksana, kalau ini hanyalah inisiatif dari PLN. Jadi program ini terlaksana karena berkat inisiatif dari Bapak Gubernur Bali yang luar biasa menginspirasi dengan memiliki visi kepemimpinan yang visioner, detail dalam bekerja, dan sangat futuristik (menggambarkan masa depan) untuk Bali. Sehingga ini menjadi cambuk bagi jajaran PLN agar bekerja lebih optimal lagi mewujudkan energi bersih di Bali.

Darmawan Prasodjo kemudian menyampaikan keunggulan menggunakan PLTG akan membuat udara tidak ada polusi debu, warnanya yang biru, tidak ada hujan asap, tidak ada pencemaran merkuri, emisi C02 bisa dipotong menjadi 50 persen. “Saya ucapkan terimakasih kepada Pak Gubernur, Pak Walikota, Pak Bupati yang sudah mendukung terselenggaranya agenda ini. Terimakasih kepada seluruh jajaran dari Polda Bali, Kejati Bali dan seluruh pihak yang sudah terlibat, dari konsorsium, manajemen di PLN, dan seluruh anak perusahaan dalam mendukung Relokasi PLTG Grati ke Pesanggaran, dan juga Pembangunan PLTS Hybrid Nusa Penida,” pungkasnya. (kmb/balipost)

BAGIKAN