Terbakar - Rumah seorang lanjut usia (lansia) Ketut Landri (90) di Jalan Pulau Menjangan, Kelurahan Banyuning terbakar Rabu (9/2). (BP/Mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Warga di Jalan Pulau Menjangan, Kelurahan Banyuning, mendadak heboh, menyusul kebakaran yang terjadi di wilayahnya Rabu (9/2). Kebakaran menimpa rumah permanen milik korban Ketut Landri (90). Korban yang sudah lanjut usia (lansia) itu tinggal sendiri tinggal seorang diri di rumah tersebut. Beruntung, tetangganya dengan cepat memberi pertolongan, sehingga korban berhasil di evekuasi ke tempat yang lebih aman.

Informasi di lokasi, kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi yang juga tetangga korban Putu Sudiasih (40). Dia menuturkan, sekitar pukul 11.15 wita, saat keluar rumah, saksi terkejut melihat ada asap mengepul dari dalam rumah korban. Tak berselang lama, kepulan asap itu diikuti dengan sambaran api yang dengan cepat membesar. Warga pun keluar rumah dan berteriak “ada kebakaran”.

Baca juga:  Megawati: Pak Jokowi Tegar Saja, Kami di Belakang Bapak

Warga mendatangi lokasi kejadian dan melihat korban berada di teras rumahnya. Saat itu juga, saksi dan warga lain berusaha menyelematkan korban. “Saya lihat ada asap di dalam rumah dan saya dekati api tambah besar dan korban duduk di teras rumah, lalu saya teriak minta tolong dan membantu korban keluar rumah,” katanya.

Saat warga mengevakuasi korban, api semakin membesar hingga menghanguskan bangunan yang berukuran 11 kali 7 meter persegi itu. Khawatir api merembet ke bangunan yang jaraknya berhimpitan, warga kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk meminta bantuan pemadaman. Dua unit mobil pemadam dari Pos Induk Singaraja dan dibantu mobil pemadam dari Pos Kubutambahan diterjunkan ke TKP.

Baca juga:  Imigrasi Bergabung di Pos KTP Gilimanuk

Dengan kerja keras petugas pemadam, api kemudian berhasil dipadamkan. Namun sayang, seluruh perlengkapan rumah tangga dan benda berharga milik korban gagal diselamatkan. Rumah permenen yang satu-satunya ditinggali oleh korban hanya tinggal puing-puing kebakaran saja.

Sementara Kepala Seksi (Kasi) Humas AKP Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto mengatakan, pasca kebakaran personel dari Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja melakukan pemeriksaan dan olah TKP. Dari keterangan saksi, sebelum kejadian korban diketahui sempat menghaturkan canang sari dan menyalakan dupa. Selain itu, korban sendiri diketahui memiliki kebiasaan setiap pagi bersembahyang dengan menyalakan batang dupa dalam jumlah banyak. Dari keterangan itu, kuat dugaan, kebakaran dipicu dari api bekas dupa itu menimbulkan percikan api kemudian membesar dan menghanguskan ruumah korban.

Baca juga:  Mobil Milik WNA Terbakar di Gitgit

Pasca kejadian ini, korban Ketut Landri tampak truma setelah mengetahui rumahnya hanya tinggal puing kebakaran. Bahkan, salah seorang anak kandungnya yang sudah menikah jatuh pingsan setelah menemukan rumah orangtuanya itu ludes terbakar. Untuk sementara, dia tinggal bersama anak menantunya, karena rumahnya tidak memungkinkan untuk ditempati. (Mudiarta/Balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *