Siswa mengikuti PTM 100 persen yang diselenggarakan seiring melandainya kasus COVID-19 di Karangasem. (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem memantau pembelajaran tatap muka (PTM) di hari pertama, Senin (10/1). Dalam pemantauan itu, sekolah sudah siap dari sarana dan prasarana PTM 100 persen.

Kepala Disdikpora Karangasem, I Wayan Sutrisna, mengungkapkan, semua sekolah siap melaksanakan PTM 100 persen ini. Kata dia, untuk SD ada sebanyak 356 sekolah dan SMP 48 sekolah. “Secara prokes, sekolah sudah tidak ada masalah lagi. Mulai dari aplikasi PeduliLindungi, tempat cuci tangan, hand sanitizer dan prokes yang lainnya sudah sesuai SOP,” ucapnya.

Baca juga:  Cegah PTM Jadi Kluster, Disdikpora Minta Sekolah Perketat Prokes

Sutrisna menambahkan satu mata pelajaran berlangsung selama 40 menit. Siswa mendapatkan istirahat selama 20 menit.

Sementara untuk kantin ditutup, sehingga siswa membawa makanan dan minuman sendiri. “Kita harap sepulang sekolah, siswa tidak ada lagi yang nongkrong. Siswa diwajibkan langsung pulang ke rumah masing-masing,” tegasnya.

Disinggung terkait ekstra kurikuler, Sutrisna, menegaskan, pelaksanaannya diserahkan ke masing-masing sekolah. “Kita serahkan ke sekolah. Yang penting tetap menerapkan prokes,” tegasnya.

Baca juga:  Terkait PTM 100 Persen, Karangasem Lakukan Sosialisasi

Sementara itu, Kepala SMPN2 Bebandem, Ni Komang Tresna Winasih, menjelaskan, jumlah siswa yang mengikuti PTM 100 persen ini sebanyak 603 siswa. Untuk PTM 100 persen di SMPN 2 Bebandem dilakukan dengan dua shift, yakni pagi dan siang. “Untuk PTM shift pagi diikuti oleh siswa kelas VIII dan IX. Sedangkan untuk shift siang hanya diikuti siswa kelas VII,” katanya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN