Suasana salah satu rangkaian kegiatan Sidang Majelis Umum ke-24 World Tourism Organization (UNWTO). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indonesia, khususnya Pulau Bali, telah ditetapkan sebagai tuan rumah Hari Pariwisata Dunia 2022. Penyelenggaraan kegiatan akan dilaksanakan pada 27 September 2022.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Kementerian Luar Negeri RI, Sabtu (4/12), mengatakan penunjukan tersebut dilakukan dalam Sidang Majelis Umum ke-24 World Tourism Organization (UNWTO), yang dilaksanakan pada 30 November hingga 3 Desember di Madrid, Spanyol.

“Indonesia memiliki kepentingan yang besar untuk pemajuan agenda-agenda global pariwisata, utamanya pemulihan pariwisata pascapandemi COVID-19,” demikian Kementerian Luar Negeri RI.

Baca juga:  Kesembuhan Dekati 40 Persen dari Kumulatif Positif COVID-19, Transmisi Lokal Masih Terus Bertambah

Selain penunjukan Bali sebagai tuan rumah, Desa Nglanggeran di Yogyakarta juga menerima penghargaan sebagai salah satu Desa Pariwisata Terbaik UNWTO. Selain Ngalenggeran, ada 43 desa lainnya dari 32 negara.

Desa Nglanggeran sendiri diberikan pengakuan atas sumber daya alam dan budaya serta tindakan dan komitmen inovatif serta transformatif terhadap pengembangan pariwisata yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga menggarisbawahi dampak pandemi bagi para pekerja pariwisata, terutama kalangan perempuan. Indonesia pun telah merancang berbagai program guna mendukung para pekerja perempuan di masa pandemi.

Baca juga:  Dari Hujan Es Landa Desa Serai hingga Kematian di 3 Negara Ini Naik

UNWTO, yang merupakan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan kewenangan untuk mempromosikan pariwisata yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan dapat dijangkau secara universal, menyelenggarakan Sidang Majelis Umum secara dua tahunan, di mana negara-negara anggota membahas kebijakan pariwisata dunia.

“Pada Sidang Majelis Umum UNWTO, negara-negara sepakat bahwa pariwisata merupakan pilar pembangunan yang menyerap banyak lapangan pekerjaan, inklusif dan berkelanjutan. Untuk itu, ketersediaan vaksin harus terus didorong guna percepatan pemulihan pariwisata dunia pascapandemi COVID,” demikian Kemlu RI. (kmb/balipost)

Baca juga:  Kenaikan Kasus COVID-19 Bali Hampir 400 Orang, Hanya 1 Wilayah Tambah 3 Digit
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *