Kendaraan barang yang melintasi jembatan timbang Cekik, Gilimanuk. Selama arus mudik dan arus balik akan diterapkan pembatasan kendaraan barang yang melintas di jalan Denpasar-Gilimanuk termasuk yang menyeberang. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Masyarakat yang berencana mudik melalui Pelabuhan Gilimanuk diimbau untuk berangkat lebih awal sebelum 18 Maret 2026 untuk menghindari terjebak saat Nyepi berlangsung. Sebab, arus lalu lintas diperkirakan sangat padat karena pelaksanaan upacara Pecaruan Tawur Kesanga dan Pangrupukan yang berlangsung pada H-1 Hari Raya Nyepi.

Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati mengatakan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14 hingga 17 Maret 2026. Karena itu masyarakat diminta mengatur jadwal perjalanan agar tidak bersamaan dengan rangkaian upacara tersebut.

Baca juga:  Ini, Pengalihan Arus Lalin Selama Pujawali di Pura Ulun Danu Batur

“Kami menghimbau masyarakat agar mudik lebih awal dan sebisa mungkin berangkat sebelum 18 Maret,” ujarnya usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Agung 2026.

Untuk mengantisipasi antrian kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, kepolisian telah menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas. Jika terjadi kepadatan, arus kendaraan akan dialihkan menuju Terminal Kargo Gilimanuk serta beberapa jalur alternatif di sekitar kawasan tersebut.

Kapolres juga meminta masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan agar arus lalu lintas tetap tertib dan tidak menimbulkan kemacetan yang lebih panjang. Di sisi lain, pihak ASDP selaku pengelola pelabuhan juga dipastikan menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan kendaraan selama arus mudik.

Baca juga:  Tim Pusterad Cek TMMD Desa Kerta

Sementara itu Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna mengingatkan pemudik untuk memperhatikan kondisi cuaca selama perjalanan. Cuaca yang tidak menentu dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor. Ia juga menyarankan pemudik beristirahat secara berkala untuk menjaga kondisi fisik selama perjalanan jauh.

“Usahakan beristirahat setiap dua jam sekali, terutama bagi pemudik yang menempuh perjalanan panjang menuju Jawa,” ujarnya.

Baca juga:  Dari Desa Adat Kesiman Bidik Ashram Lain hingga Ini Cara Badung Bertahan di Tengah Pandemi

Selain itu, masyarakat juga diharapkan mematuhi arahan petugas dan tetap menjaga toleransi antarumat beragama mengingat perayaan Nyepi dan Idul Fitri berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Dengan demikian situasi kondusif di Jembrana dapat tetap terjaga dan seluruh umat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN