Jalan Tani Banjar Ponjok-Pulangan Desa Kutampi, Kecamatan Nusa Penida. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Akses jalan di Kecamatan Nusa Penida sudah banyak diperbaiki. Selain melalui proyek pusat dan daerah, ada juga yang diperbaiki melalui proyek padat karya. Seperti kegiatan padat karya insfrastruktur Jalan Tani Banjar Ponjok-Pulangan Desa Kutampi, Kecamatan Nusa Penida.

Setelah jalan sudah bagus, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta meminta warga agar tidak menjual tanahnya, sehingga tetap bisa bercocok tanam. Bupati Suwirta, Sabtu (27/11), berharap dengan adanya jalan tani ini, warga setempat bisa meningkatkan produktivitas pertanian dan akses untuk warga Pulagan-Ponjok.

Sepajang jalan ini masih ada hamparan kebun dengan tanaman jagung dan ketela pohon. Maka, Bupati Suwirta meminta warga setempat merawat dan mengembangkannya.

“Tetaplah menjadi petani, sebagai pendukung pariwisata. Jangan sampai menjual tanahnya, nanti tidak ada tempat untuk kita menanam jagung lagi,” ujar Bupati Suwirta didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Klungkung I Wayan Sumarta, Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra dihapan warga Ponjok.

Baca juga:  Hari Koperasi ke-73, Tonggak Kebangkitan Koperasi Pascapandemi COVID-19

Bupati Suwirta melihat di sepanjang jalan setempat, ada budaya menanam jagung yang masih bertahan sampai sekarang. Semua warga secara serempak menanam jagung dengan satu komando memukul kentongan. “Tahun depan akan dijadikan atraksi menanam jagung serentak dengan komando kentongan dengan pakian megulet, saput poleng dan udeng hitam akan menarik wisatawan yang datang, ” imbuhnya.

Sementara Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Klungkung, I Wayan Sumarta, mengatakan pembukaan dan pemadatan jalan tani ini dengan anggaran sekitar Rp 400 juta dengan panjang 1,5 km yang berasal dari dana APBD tahun 2021 dengan kurun waktu pengerjaan selama 20 hari.

Baca juga:  BI Bantu Furniture Kantor MDA Bali, Segini Jumlahnya

Selain padat karya di Jalan Ponjok-Pulangan, kegiatan serupa juga dilakukan di Jalan Telaga Sakti menuju Goa Gede Banjar Ambengan, Dusun Pendem Desa Pejukutan.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari pemberdayaan masyarakat dimasa pandemi. Pihaknya juga menambahkan pemberdayaan masyarakat dengan pola ini diharapkan juga dapat memperdayakan potensi sumber daya, seperti akses jalan Goa Gede.

Goa Gede ini menjadi situs yang sedang diteliti oleh Badan Arkeologi untuk diuji. Menurut dari hasil penelitian Badan Arkeologi, Goa Gede ini merupakan satu-satunya goa hunian pada jaman dulu, dimana masyarakat belum mengenal rumah. “Goa ini bisa dibilang sebagai tempat hunian karena secara kehidupan sinar matahari banyak masuk kedalam goa dengan lobang pintu masuk yang sangat besar, sehingga kehidupan masyarakat yang terdahulu banyak ada yang tinggal disini, dan juga ditemukan seperti lingga yoni” ujar Bupati Suwirta.

Baca juga:  Beachclub dan Resort di Suana Diminta Lengkapi Izin

Perbekel Desa Pejukutan, Made Arya mengatakan Goa Gede ini sudah diteliti kurang lebih 22 tahun silam dan sampai sekarang masih diteliti kebenaranya. “Banyak temuan-temuan yang didapatkan dari hasil penelitian seperti ditemukan pisau terbuat dari batu, gigi manusia, tulang belulang dan yang lainnya,” ujar Made Arya.

Lebih lanjut dari Badan Arkeologi dan Cagar Budaya mengatakan Goa ini akan dijadikan cagar budaya. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *