Bupati Suwirta memberikan penjelasan pada Gubernur Bali, Wayan Koster terkait pupuk kompos yang dihasilkan TOSS Center. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Peringatan Hari Pangan Sedunia tingkat Provinsi Bali dipusatkan di TOSS Center Karangdadi, Kecamatan Dawan, Klungkung, Rabu (3/11). Gubernur Bali Wayan Koster hadir langsung bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster dan pejabat terkait.

Pada kesempatan ini, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, mengatakan dalam mendukung pertanian organik, sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, pupuk kompos hasil olahan TOSS Center diserahkan kepada petani secara gratis. Ia menegaskan keberadaan TOSS Center sangat terpadu dengan pertanian organik.

Sebab, olahan sampah salah satunya menjadi pupuk kompos. Hasil olahan kompos ini, diberikan kepada petani secara gratis untuk lahan pertanian organik seluas 3.572 Ha. “Ini untuk mendukung program bapak Gubernur Bali. Baik dalam pengelolaan sampah berbasis sumber maupun pertanian organik. Pergub Bali yang mengaturnya sangat mempermudah kami untuk meneruskan ke seluruh desa, untuk mengedukasi warga dalam mewujudkan pertanian organik,” tegasnya.

Baca juga:  Dituding Sertifikatkan Tanah Negara, Bupati Suwirta Panggil Bendesa Adat Sompang

Hasil penggunaan pupuk organik, menurutnya, sudah terbukti mampu meningkatkan produksi pertanian di wilayah setempat. Dari hasil olahan TOSS Center, ada Pupuk Osaki, Curah dari Sampah Cacah, kemudian Black Gold.

Pada umumnya pupuk organik mampu meningkatkan produksi. Pupuk Osaki dan Curah disebutnya mampu meningkatkan produksi sebesar 6,5 persen  dibandingkan kimia. Black Gold hampir 12 persen peningkatan.

Jika dilihat per hektare, pupuk kimia menghasilkan sekitar 1,9 ton, Osaki dan Curah sekitar 2 ton per hektar, Black Gold bisa mencapai 2,2 ton. Penerapan pupuk kompos juga lebih tahan hama.

Baca juga:  5 Kabupaten Laporkan Tambahan Korban Jiwa COVID-19, Ini Detailnya

Salah satu petani, Ketut Kardana, mengaku cukup antusias dengan penerapan pupuk kompos. Selain karena gratis, tanah menjadi lebih subur. Bahkan, hasil produksinya lebih baik, sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi ditingkat pasar.

Melihat efektivitas TOSS Center sebagai pusat pengolahan sampah berbasis sumber, maka Bupati Suwirta pun mendorong seluruh desa memiliki tempat pengolahan sampah sendiri untuk mewujudkan 100 persen TOSS desa. Saat ini TOSS Desa sudah mencapai 60,37 persen.

Baca juga:  Pejabatnya Belum Pensiun, Kenapa Posisi Dua Kadis Ini Dilelang?

Dari total 53 desa, total sudah ada 32 desa yang menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber. “Target tahun 2023 TOSS Desa sudah mencapai 100 persen. Kami didik semua perbekelnya dari TOSS Center ini. Bahkan, saat dilantik pun perbekel dilantik di sini,” tegasnya. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *