Gubernur Koster menerima Piagam Penghargaan Opini WTP Dari Kementerian Keuangan RI yang diserahkan oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Teguh Dwi Nugroho, Jumat (29/10). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Provinsi Bali kembali meraih penghargaan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia atas diraihnya piagam Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk 8 kali berturut-turut. Berkenaan dengan hal tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menerima langsung Piagam WTP dari Kementerian Keuangan tersebut di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (29/10).

Penyerahan penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Teguh Dwi Nugroho yang dihadiri Kepala Inspektorat Provinsi Bali, Wayan Sugiada.

Baca juga:  Berhasil Perjuangkan Tanpa Karantina dan Gunakan VoA, Komponen Pariwisata Berterima Kasih Ke Gubernur Koster

Gubernur Koster dalam kesempatan tersebut berterima kasih atas penghargaan yang diberikan Kementerian Keuangan tersebut. Pihaknya berharap kedepan pengelolaan keuangan Provinsi Bali akan terus ditingkatkan kualitasnya. “Penghargaan ini semoga bisa menjadi motivasi untuk terus lebih baik lagi dalam laporan keuangan,” ujar Gubernur asal Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini.

Gubernur Bali jebolan ITB Bandung ini, mengatakan bahwa WTP yang diperoleh Pemerintah Provinsi Bali ini merupakan yang ke-8 diperoleh secara berturut-turut. “Saya masih terus meningkatkan WTP ini, tidak asal WTP, tapi WTP yang betul betul secara esensial bisa dipertanggungjawabkan secara moral dan secara politik. WTP yang berkualitas dan tidak asal WTP, dengan dukungan kualitas SDM dan komitmen bersama,” tegasnya.

Baca juga:  Warga Badung dan Tabanan Apresiasi Kebijakan Gubernur Koster Soal Biaya BBNKB

Sementara itu, Teguh Dwi Nugroho berharap Pemda yang memperoleh WTP agar terus bisa melaksanakan laporan keuangannya dengan benar untuk dapat mempertahankan WTP. “Penghargaan opini WTP tidak hanya dipandang sebagai penghargaan atas kinerja pelaporan keuangan yang baik dan benar, namun bagaimana kita mengelola anggaran negara dengan benar dan baik,” tandasnya. (Winatha/balipost)

BAGIKAN