Warga dan petugas kebencanaan bersama TNI-Polri melakukan evakuasi korban longsor di Trunyan, Bangli, Sabtu (16/10). (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Bangli telah mendata dampak yang ditimbulkan akibat gempa bermagnitudo 4,8, Sabtu (16/10). Selain menimbulka dua korban jiwa dan beberapa korban luka, gempa juga mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas umum dan rumah warga.

Berdasarkan data sementara BPBD, dua korban yang meninggal yakni Lionel Adi Putra dan Ni Kadek Wahyu. Korban meninggal akibat tertimbun longsor. Korban luka berat terdata 2 orang dan luka ringan 5 orang.

Baca juga:  Tangani Bencana, Bangli Dapat Dana Ratusan Juta dari BNPB

Gempa mengakibatkan 2 rumah rusak ringan, 9 rusak sedang dan 26 rusak berat. Satu hektare kebun bawang milik warga juga terdata rusak.

Sejumlah fasilitas umum rusak. Yakni kantor desa Buahan, Kantor BUMDES Buahan dan puskesmas Susut II. Gempa juga berdampak pada kerusakan dua tempat ibadah, dua MCK dan dua dapur. Untuk jalan dan pasar masih pendataan.

Kasi kedaruratan dan logistik BPBD Bangli I Ketut Agus Sutapa Mingggu (17/10) mengatakan, untuk pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor saat ini sedang ditangani dengan alat berat. Dia menyebut jalan yang tertimbun longsor kurang lebih ada 5 hingga 8 titik di sepanjang jalur Desa Abang Batudinding dan Trunyan.

Baca juga:  Gubernur Koster Ajak Pasemetonan Pasek Solid Jaga Alam hingga Budaya Bali

Dengan pembukaan jalan itu nantinya desa tersebut tidak lagi terisolir. “Kami juga lakukan pendataan secara mutakhir warga yang terdampak untuk mempercepat dan ketepatan penyaluran bantuan,” kata Agus. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN