Lokasi gempa. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gempa bumi mengguncang Bali pada Sabtu (16/10) dengan lokasi di Karangasem. Gempa terjadi berturut-turut selama 3 kali dan menyebabkan sejumlah kerusakan bangunan dan korban luka-luka.

Namun, peristiwa gempa di Bali tak berhenti sampai di sana. Gempa yang dalam bahasa Bali disebut linuh ini terjadi kembali dengan lokasi berbeda.

Informasi dari BMKG, gempa bermagnitudo 4,3 terjadi pada pukul 6:38 WITA. Lokasinya 7.90 LS,115.44 BT atau 45 km Timur Laut Buleleng. Kedalamannya mencapai 300 kilometer.

Baca juga:  Positif COVID-19 di Indonesia Bertambah 375 Kasus

Sebelumnya, 3 gempa beruntun terjadi di wilayah Karangasem. Sejumlah wilayah di Bali dan Lombok merasakan guncangan gempabumi tektonik ini.

Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan magnitudo 4,8. Episenter terletak pada koordinat 8,32° LS; 115,45° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 8 km barat laut Karangasem, Bali pada kedalaman 10 km.

Hingga pukul 4:42 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 2 aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Baca juga:  Tangani Kerusakan Gempa, Gianyar Siapkan Rp 2 Miliar

Gempa susulan pertama terjadi pukul 4.22 WITA dengan magnitudo 3,8 dengan lokasi 14 km atau berada pada 8.28 LS 115.46 BT. Pusat gempa berada di darat 10 km Barat Laut Karangasem.

Sementara gempa susulan kedua tercatat pada pukul 4.31 WITA di wilayah yang sama, Karangasem. Gempa bermagnitudo 2,7 dengan lokasi 8.29 LS,115.44 BT (11 km Barat Laut Karangasem-Bali) dengan kedalaman 10 kilometer. (Winatha/balipost)

Baca juga:  Kasus Baru Positif COVID-19 Per 21 Mei di Bali, 100 Persen Transmisi Lokal
BAGIKAN