Beberapa prajurit TNI memandu senam bagi warga yang menjalani isolasi terpusat (isoter) di Denpasar. Sejumlah kamar isoter mulai kosong dengan menurunnya jumlah kasus positif Covid-19. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Sabtu (2/10), tambahan warga Bali yang terpapar COVID-19 mengalami penurunan dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 97 orang. Jumlah kasus baru ada di atas 80 orang.

Kabar baiknya, pasien sembuh bertambah lebih banyak dari kasus baru dan masih ada di 3 digit. Pada hari ini, jumlahnya kembali ada di seratusan orang.

Sedangkan korban jiwa akibat penyakit ini masih bertambah. Masuk hari kedelapan, jumlahnya ada di 1 digit.

Menurut data Satgas Penanganan COVID-19 Bali, jumlah kasus mencapai 87 orang. Kumulatif kasus yang ditangani Bali mencapai 112.766 orang.

Baca juga:  Kluster COVID-19 Gedung Sate Meluas, Termasuk Sekda Jabar

Tambahan korban jiwa COVID-19 mencapai 7 orang sehingga kumulatifnya mencapai 3.956 orang. Rinciannya 3.950 WNI dan 6 WNA.

Pasien sembuh bertambah sebanyak 135 orang. Total pasien sembuh mencapai 107.725 orang.

Jumlah kasus aktif sebanyak 1.085 orang. Terdapat 53 RS rujukan dan 357 tempat isolasi terpusat tersebar di seluruh kabupaten/kota dan Provinsi Bali.

Tetap Taat Prokes

Dari data per 1 Oktober, jelas Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Bali, Made Rentin, kasus aktif terus berkurang. Meski demikian, ia mengajak masyarakat tetap taat protokol kesehatan. “Mari tetap taat dan disiplin prokes, jangan lalai apalagi abai,” katanya mengingatkan.

Baca juga:  Zona Awas, MO Besakih Dibekukan Sementara 

Prokes yang dimaksud adalah menggunakan masker dengan benar jika bepergian, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Selain itu, program vaksinasi juga terus dilakukan demi mencapai kekebalan komunitas.

Rentin mengatakan per 1 Oktober, jumlah pasien yang dirawat di RS rujukan mencapai 330 orang (28,95 persen) dari total kasus sebanyak 1.140 orang. Sedangkan yang menjalani isolasi terpusat sebanyak 588 orang atau 51,58 persen. Terdapat pula, warga terjangkit menjalani isolasi mandiri dengan jumlah 222 orang atau 19,47 persen.

Baca juga:  Dari Guru dan Siswa SMPN 5 Denpasar Sampaikan Kekecewaan hingga Jaga Kambtibmas

Saat ini, lanjutnya, tempat isoter terus berkurang. Terdapat 357 lokasi dengan kapasitas 4.674 bed dari sebelumnya 360 lokasi. Keterisiannya mencapai 12,58 persen atau sebanyak 588 bed. Tersisa sebanyak 4.086 bed atau 87,42 persen. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *