Wisatawan - Sejumlah DTW di Buleleng telah memasang scan barcode aplikasi PeduliLindungi. Atas kondisi ini, aktivitas wisatawan di Bali Utara mulai mengikuti uji coba menerima kunjungan wisatawan. (BP/ist)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemerintah Pusat telah mengambil kebijakan uji coba pembukaan aktivitas di Daerah Tujuan Wisata (DTW). Salah satu syarat pengelola bisa mengikuti uji coba pembukaan ini adalah memasang barcode aplikasi PeduliLindungi. Atas kebijakan ini Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng telah mensosialisasikan dan terus mengingatkan agar pengelola segara mendaftar untuk mendapatkan barcode aplikasi PeduliLindungi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Putu Ari Setia Wibawa dihubungi Senin (27/9), mengatakan, sejauh ini pengelola DTW menyambut baik uji coba pembukaan DTW di masa PPKM level 3. Sejumlah lokasi DTW sekarang ini telah menyediakan lokasi scan barcode aplikasi PeduliLindungi.

Baca juga:  Pasar Karetan, Atraksi Wisata Baru Kolaborasi Rakyat dan GenPI 5 November 2017

Berdasarkan data sementara lokasi DTW tersebut seperti, Pantai Penimbangan (Kecamatan Buleleng), Banyuwana Amertha Waterfall, Air Terjun Banyumala, Air Terjun Puncak Manik, Danau Tamblingan, Air Terjun Melanting, Museum Buleleng, Gedong Kirtya, Air Terjun Aling-Aling, Blue Lagon Ambengan, dan Air Terjun Jembong. Pemasangan scan barcode ini sepenuhnya dilakukan oleh pihak pengelola karena teknis pendaftarannya secara online dengan mengaksen link website yang ada. Namun begitu, kalau ada pengelola yang kesulitan memasang perangkat ini, Dispar sendiri siap memfasilitasi bekerjasama dengan Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Buleleng. “Kami tetap merujuk instruksi Pemerintah Pusat, di mana syaratnya pengelola memasang scan barcode PeduliLindungi. Sejauh ini sudah ada yang memasang dan datanya terus berkembang yang terus kami perbaharui,” katanya.

Baca juga:  Rakyat Bali Pasang Baliho Ingatkan Batas Akhir Izin Lokasi Reklamasi Teluk Benoa  

Di tempat terpisah, Ketua Badan Pengurus Cabang Persatuan Hotel Restoran Indonesia (BPC PHRI) Buleleng Dewa Ketut Suardipa mengatakan, mengatakan, DTW di Bali Utara telah mengantongi sertifikat CHSE. Selain itu, pelaku wisata di Buleleng hampir 100 persen telah mendapat suntikan vaksinasi. Dengan kondisi itu, mantan pekerja kapal pesiar ini meyakini DTW di Buleleng siap dibuka dan menerima kunjungan wisatawan.

Saat ini wisatawan yang berkunjung ke Buleleng di dominasi oleh wisatawan lokal. Sedangkan, untuk wisatawan mancanegara (wisman) kunjungannya belum terlihat kecuali para wisman yang telah tinggal menetap di Bali. Meski demikian, dia berharap, setelah pariwisata ini dibuka penerbangan juga dibuka nantinya agar wisatawaan mancanegara juga bisa berkunjung ke Pulau Dewata. “Kami sudah sangat siap, juga kami sudah mendapat sertifikat CHSE dan pengelola telah tervaksin,” katanya. (Mudiarta/Balipost)

Baca juga:  Gara-gara Ini, DTW Tanah Lot Tunda Kenaikan Harga Tiket

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *