World Clean Up Day digelar JCI Badung, Sabtu (21/9). (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pelestarian lingkungan dengan rutin memungut sampah menjadi agenda tahunan yang digelar organisasi kepemudaan non-profit, Junior Chamber International (JCI) Badung Bali. Kegiatan bertajuk World Clean Up Day ini digelar Sabtu (18/9).

Project Director World Clean Up Day sekaligus Vice President JCI Badung Bali, Krishna Chieppa, dalam rilisnya mengatakan kegiatan ini sangat penting untuk mengingatkan bahwa planet bumi ini harus dibersihkan dari sampah. “Bumi adalah titipan dari anak cucu kepada kita, maka dari itu kewajiban kita lah untuk menjaga kelestariannya,” katanya.

Baca juga:  Wabup Suiasa Mendem Pedagingan di Pura Dalem Kahyangan Banjar Anyar Kerobokan

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk giat menjaga kelestarian lingkungan setiap saat. “Tidak hanya ketika ada acara World Clean Up Day saja, tapi menjaga kebersihan harus dilakukan setiap saat,” ucap Krishna.

Selain JCI, komunitas Ecobali juga dilibatkan dalam acara ini. Kegiatan membersihkan sampah dilakukan di beberapa lokasi di seluruh Indonesia.

JCI Badung Bali melakukan pemungutan sampah plastik di sekitar area Jiwa Community Garden, desa Pererenan, Kabupaten Badung, Bali. Presiden JCI Badung Bali, Gde Brawiswara Putra, mengungkapkan bahwa kegiatan World Clean Up Day akan sangat efektif jika semangat membersihkan lingkungan ini bisa dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga:  Pembangunan BRP di Canggu Terkendala Status Lahan

“Sangat penting sekali seluruh lapisan masyarakat memiliki semangat seperti teman-teman di sini, supaya lingkungan lebih bersih dan nyaman untuk ditempati,” ujar Gde.

Dalam kegiatan ini, lebih dari 30 karung sampah plastik berhasil dipungut dan dipindahkan ke tempat pengolahan sampah non-organik. Sampah-sampah yang tidak terurai secara alami ini kemudian akan didaur ulang untuk kemudian digunakan kembali stelah diolah dan dibersihkan.

Lebih dari 50 orang baik lokal maupun wisatawan asing berpartisipasi dalam kegiatan ini. Gde berharap ke depan sampah-sampah plastik non-organik seperti ini akan berkurang. “Jika semangatnya seperti ini, saya optimis ke depan sampah non-organik akan berkurang,” katanya.

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *