Tangkapan layar Pitching Night yang digelar JCI Badung dan East Java. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kegiatan mempertemukan pelaku UMKM dan startup dengan panel investor (pitching) harus rutin digelar sehingga keduanya bisa saling mengeksplorasi kerjasama. Sebab, dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM dan Startup mempresentasikan bisnis kepada panel investor, dengan tujuan untuk mendapatkan pendanaan dan partner strategis. Demikian dikemukakan President Junior Chambers International (JCI) Badung Bali, Gde Brawiswara Putra.

Ia mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan JCI East Java rutin melakukan kegiatan ini setiap bulan untuk membantu UMKM dan startup mendapatkan akses ke pemodal demi meningkatkan usaha mereka. “Kami adakan setiap bulan, supaya UMKM dan startup dari seluruh Indonesia bisa mendapatkan akses ke investor nasional. Tidak hanya yang di kota besar saja, kota kecil pun bisa mendapatkan kesempatan presentasi ke investor,” kata Gde.

Baca juga:  Disdukcapil Badung Genjot Pencetakan KIA

Ia berharap dengan adanya kegiatan ini, akses ke investor tidak hanya dinikmati mereka yang tinggal di kota besar saja. “Kita support pengusaha mikro dan kecil yang ada di daerah-daerah juga,” sebutnya, dalam rilis yang diterima.

Senada dengan Gde, President JCI East Java, Andry Tedjokusuma, juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa dilakukan terus-menerus dan berkelanjutan demi meningkatkan UMKM dan startup di Indonesia. “Kami harapkan kegiatan seperti ini akan terus diadakan untuk membantu lebih banyak UMKM dan startup di Indonesia,” kata Andry.

Baca juga:  Perumda Pasar Sewaka Dharma Belum Bisa Tarik Sewa di Pasar Badung

Ia mencontohkan dalam kegiatan rutin yang digelar daring pada Rabu (15/9), sebanyak 5 startup dan UMKM mempresentasikan bisnis ke 4 panel investor. “Ketertarikan para panel investor terlihat ketika para peserta pitching mempresentasikan usaha mereka. Panel investor yang tertarik untuk berinvestasi kemudian bertukar kontak dengan peserta untuk melanjutkan diskusi ke tingkat yang lebih serius,” jelasnya.

Tidak hanya berkesempatan untuk mendapatkan pendanaan dari investor, peserta juga berkesempatan untuk mendapatkan partner strategis dan mentoring. Bahkan Andi Dwi Prasetyo, salah satu peserta asal Boyolali, Jawa Tengah, mendapatkan order setelah mempresentasikan usaha Lukis Benangnya.

Baca juga:  Percepat Udara Bersih, KBL akan Gantikan Motor Ber-BBM

Felix Soesanto, salah satu panel investor sekaligus National Treasurer JCI Indonesia, berharap peserta ada yang bisa mewakili Indonesia hingga ke level internasional. Sebab di JCI ada penghargaan Young Creative Entreprener Award untuk mengapresiasi para pelaku usaha muda. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *