Ribuan bangkai burung berada di Setra Banjar Sema, Desa Pering dikubur oleh warga. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Ribuan burung jenis Pipit yang berjatuhan dari Pohon Asem di Kuburan (Setra) Banjar Sema, Desa Pering dikubur. Untuk mengetahui penyebab kematian burung ini, sampel diambil untuk uji lab.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar Made Raka didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan Made Santiarka, Jumat (10/9), sampel burung sudah dibawa ke Balai Besar Veteriner di Denpasar. Nantinya akan diuji di Laboratorium.

Baca juga:  BOR di RS Wangaya Makin Turun

Santiarka menyampaikan burung-burung tersebu jenis yang memang hidup bergerombol. Populasi burung tersebut ternyata cukup banyak sehingga saat hujan deras banyak yang mati. “Burung-burung bertengger dalam posisi basah kuyup dan menyebabkan burung tersebut sakit dan mati,” duganya.

Terkait bangkai burung Pipit, Santiarka menegaskan masyarakat Banjar Sema, Desa Pering telah bergotong-royong mengumpulkan dan menguburkannya. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *