I Wayan Mardika Bhuwana (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Komitmen Pemerintah Bali menguatkan budaya melalui pelaksanaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) III 2021, direspons positif kalangan seniman. Demikian juga format kegiatannya yang akan dilangsungkan secara hybrid –luring dan daring, dan mengedepankan protokol kesehatan (prokes).

Seniman I Wayan Mardika Bhuwana, S.Sn. Kamis (9/9) mengatakan, dalam keadaan pandemi COVID-19 saat ini, pelaku seni mesti bersyukur, sebab masih bisa berkesenian seperti pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) dan FSBJ 2021 pada akhir Oktober mendatang. Kendati pelaksanaannya diformat secara hybrid, sesungguhnya hal itu tak masalah, demi keselamatan bersama.

Memang ketika pagelaran seni dilangsungkan secara virtual, dirasa ada hal yang kurang. Sebab, biasanya kehadiran penonton secara langsung memberikan semangat dan motivasi seniman dalam pentas.

Baca juga:  Ini, Tema Festival Seni Bali Jani 2020

Namun, dalam kondisi pandemi, format hybrid tepat dilakukan dalam hajatan FSBJ III, seperti dilakukan dalam PKB 2021 lalu. Pengurus Sanggar Seni Gita Mahardika ini berharap melalui ajang FSBJ III ini, seniman kembali bergairah dan tetap berkarya sesuai koridor-koridor yang ada, dan tetap mengedepankan jati diri.

Baginya, hajatan seni ini merupakan tindakan nyata Pemerintah Provinsi Bali dalam penguatan budaya.

Di sisi lain, selaku seniman dan pengurus sanggar seni, Mardika tetap taat pada prokes 3 M yakni memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. Disiplin prokes itu berlaku untuk diri sendiri dan anggota sanggar.

Baca juga:  Tahun Ini, Festival Seni Bali Jani Kembali Digelar

Dengan adanya PPKM level 4 ini, justru masyarakat dituntut lebih waspada terhadap COVID-19 dengan varian barunya. Karena itu taat prokes menjadi suatu keharusan, sehingga kasus melandai dan level PPKM segera diturunkan.

Diakui, selama pandemi COVID-19, aktivitas seniman memang mengalami penurunan, karena secara tidak langsung mempersempit ruang gerak seniman itu sendiri. Namun bila mana ada pementasan yang memang harus dipentaskan, walau berskala kecil, itu pun tetap mentaati prokes demi keselamatan bersama.

Baca juga:  FSBJ, Pemanggungan Seni dengan Prokes Ketat

Bali akan kembali menggelar hajatan FSBJ. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Prof. Dr. I Gede Arya Sugiarta mengatakan, FSBJ III 2021 dilaksanakan akhir Oktober 2021, berlangsung selama dua minggu. Rancangan FSBJ tetap fleksibel, dengan format hibrid (luring-daring). Artinya, ada yang live dengan penonton terbatas, dan ada yang virtual.

Semua program akan disiarkan secara streaming. Jika kondisi membaik, format ini dilakukan. Tetapi jika kondisi seperti sekarang ini dengan PPKM, semua acara dilakukan secara virtual. ‘’Prinsipnya FSBJ tetap jalan dan sedang dipersiapkan. Semoga semuanya lancar,’’ ujar Prof. Sugiarta. (Subrata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *