Arsip - Presiden Perancis Nicolas Sarkozy tiba di Pantheon untuk mengikuti acara penghormatan untuk almarhum politikus dab penyair Aime Cesaire, lahir di Pulau La Martinique, Karibia Perancis, Rabu (6/11). Cesaire adalah seorang politikus yang juga pecinta literatur. (BP/Ant)

PARIS, BALIPOST. com – Untuk mengatasi wabah COVID-19 di wilayah Martinique, koloni Prancis yang berada di kawasan Karibia, mulai Selasa (10/8), akan memasuki penguncian yang lebih ketat selama tiga minggu. Hal itu kata seorang pejabat pemerintah setempat di Twitter, sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Antara, Selasa.

Martinique telah memberlakukan jam malam, tetapi penguncian yang lebih ketat, yang dimulai dari jam 7 malam, akan menutup toko yang menjual barang-barang yang tidak penting, seperti makanan, serta menutup pantai dan membatasi pergerakan orang.

Baca juga:  Tak Ada Provinsi di Luar Jawa-Bali Jalani PPKM Level 4 dan 3

Otoritas administratif di Martinique juga menyarankan wisatawan untuk meninggalkan pulau itu. Akhir pekan lalu, Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran mengimbau dokter dan perawat sukarelawan untuk melakukan perjalanan ke wilayah seberang samudera Guadeloupe dan Martinique ketika gelombang infeksi COVID membanjiri rumah sakit di dua pulau Karibia itu.

Guadeloupe dan pulau La Reunion Prancis di Samudra Hindia juga telah memberlakukan pembatasan terhadap virus tersebut. (kmb/balipost)

Baca juga:  Keracunan Makanan, DPRD Badung Nilai Pengawasan Sekolah Lemah
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *