Petugas memberikan masker pada seorang pelanggar prokes saat penyekatan di Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar. Penyekatan dilakukan di sejumlah pintu masuk Kota Denpasar untuk membatasi mobilitas warga di masa PPKM. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tambahan kasus pada Senin (2/8), kembali turun dari sehari sebelumnya yang mencapai 31 ribuan kasus. Jumlah kasus harian yang dilaporkan ada di kisaran 22 ribuan kasus.

Selain itu, jumlah tambahan korban jiwa masih tinggi. Tetap berada di seribuan kematian per hari.

Sedangkan pasien sembuh tambahannya masih cukup tinggi. Bahkan, pada hari ini kembali dilaporkan tambahan pasien sembuh melampaui kasus baru.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan terjadi penambahan kasus COVID-19 sebanyak 22.404 orang. Kumulatifnya menjadi 3.462.800 orang.

Pada hari ini dilaporkan yang sembuh sebanyak 32.806 orang. Total pasien sembuh menjadi 2.842.344 orang.

Korban jiwa tercatat 1.568 orang. Sehingga kumulatifnya menjadi 97.291 orang selama pandemi berlangsung sejak Maret 2020.

Jumlah pasien COVID-19 yang masih dirawat mencapai 523.165 orang.

Wajib Pakai Masker

Di tengah masih tingginya kematian harian, upaya penanganan COVID-19 terus digencarkan. Termasuk mengingatkan kembali pentingnya penggunaan masker untuk melawan ganasnya varian Delta.

Baca juga:  Rumah Isoman di Sukawati Dipasangi Stiker

Dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden belum lama ini, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya penggunaan masker dalam upaya melawan pandemi COVID-19. Presiden pun mengatakan penggunaan masker merupakan kunci utama dari penanggulangan pandemi ini.

Menurut Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Pemerintah Republik Indonesia, dr. Reisa Broto Asmoro, Gerakan Semua Wajib Pakai Masker yang diserukan oleh Presiden Joko Widodo adalah seruan universal yang dapat ditemukan di seluruh penjuru dunia. “Di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, seruan tersebut dikenal dengan ‘Universal Masking’. Maknanya, semua orang wajib memakai masker,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Nasional ini.

Ia menyebutkan, Universal Masking dianjurkan karena terbukti dapat memperlambat penyebaran COVID-19. Dokter Reisa menyebut bahwa penelitian Dokter Derek Chu dan koleganya yang diterbitkan pada 1 Juni 2020 menyatakan risiko tertular percikan air atau yang kita kenal sebagai droplet dari orang lain dan masuk ke mulut atau hidung kita turun 45 persen dengan memakai masker kain. “Dan apabila memakai masker bedah, risiko makin turun ke tingkat 70 persen,” terang Dokter Reisa.

Baca juga:  Dari Perempuan Berpenampilan Glamor Terciduk Mengemis hingga AKP Putu Edi Wirawan dan 3 Anggota Brimob Terluka

Dalam rangka melawan varian Delta yang lebih mudah dan cepat menular, maka pemerintah sudah melakukan peningkatan upaya melindungi diri dari penularan Covid-19. Salah satunya adalah dengan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai upaya menurunkan mobilitas dan menekan kontak antara orang dengan orang.

Bersamaan dengan PPKM, Pemerintah Indonesia juga menyarankan dimulainya kebiasaan memakai masker ganda (double masking). Pemakaian masker dobel ini artinya memadukan masker bedah dilapisi dengan masker kain.

“Gunanya? Filtrasi atau daya saring masker akan semakin tinggi. Penelitian Dr. Emily Sickbert Bennet dkk, membuktikan filtrasi masker dobel naik di atas 80 persen,” terang Reisa.

Dokter Reisa juga menambahkan bahwa penelitian penggunaaan masker kain dan masker medis secara bersamaan juga dikonfirmasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC di Amerika Serikat. Lembaga yang berpusat di Atlanta tersebut melakukan eksperimen untuk mencari cara meningkatkan efektivitas pemakaian masker medis, termasuk memasang masker kain di atas masker medis.

Baca juga:  Disambangi Harley Davidson, Wayang Ajen Sukses Sihir Garut

Eksperimen ini menyoroti pentingnya memaksimalkan fungsi masker menutupi bagian hidung dan mulut. Hasilnya menunjukkan bahwa mengenakan masker yang pas di wajah dapat membantu membatasi penyebaran virus penyebab COVID-19.

CDC juga menyatakan bahwa sampai dengan kekebalan populasi yang karena program vaksinasi tercapai, Universal Masking adalah cara yang sangat efektif untuk memperlambat penyebaran SARS-CoV-2.

Apabila dikombinasikan dengan tindakan perlindungan lainnya, seperti menjaga jarak aman sekitar dua meter dari orang lain di tempat umum, menghindari keramaian atau kerumunan terutama di ruang tertutup yang ventilasinya tidak baik,  mengurangi bepergian keluar rumah atau menurunkan mobilitas, dan rajin mencuci tangan sesering mungkin sehingga terjaga selalu kebersihannya, upaya inovatif memakai masker ganda akan mendatangkan banyak manfaat menurunkan jumlah kasus harian. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *