Bali memperoleh bantuan puluhan ribu masker dari BNPB. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Terkait masih masuknya Bali pada level 4 dalam penerapan PPKM maka Pemerintah Pusat melalui Badan Penanggulangan Bencana Nasional RI menyerahkan bantuan 50.000 masker non medis 3 lapis kepada Provinsi Bali. Bantuan tersebut secara langsung diterima oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali Made Rentin bertempat di Posko Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Rabu (28/7).

Dalam kesempatan tersebut, Rentin menyampaikan terimakasih atas perhatian dari Pemerintah Pusat kepada masyarakat Bali. Ia menyatakan bahwa berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri bahwa di Bali sendiri terdapat 3 kabupaten yang berada pada level 3 dan 6 kabupaten yang berada pada level 4. Namun berdasarkan asas kebersamaan dan hal tersebut telah dituangkan dalam SE Gubernur, seluruh kabupaten/kota menerapkan PPKM level 4.

Baca juga:  Lima Kabupaten Tambah Korban Jiwa COVID-19

Ia mengatakan akan mendistribusikan bantuan masker tersebut ke kabupaten/kota di Bali melalui Satgas. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, karena memakai masker merupakan salah satu prioritas dalam pencegahan penularan COVID-19. “Saya juga menyampaikan bahwa kondisi Bali saat ini kasus COVID-19 masih fluktuatif. Terkait hal tersebut berbagai upaya penanganan telah dilakukan baik dari penambahan BOR, ketersediaan obat-obatan, pelayanan kesehatan, termasuk oksigen liquid yang saat ini terjadi kelangkaan. Untuk itu kami minta agar pemerintah pusat dapat membantu Bali dalam mencukupi ketersediaan oksigen tersebut,” pungkasnya.

Baca juga:  Jalani Perawatan COVID-19, Sekda Madiun Meninggal

Sementara itu, Direktur Perencanaan Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB RI, Johny Sumbung, mengatakan bahwa pemakaian masker memang menjadi perhatian yang sangat utama. Untuk itu pemerintah mengupayakan bantuan masker untuk masyarakat Indonesia.

Selanjutnya, Johny mengatakan bahwa selain penyerahan bantuan masker, pihaknya juga akan langsung terjun ke kabupaten/kota untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap posko penanganan COVID-19. Sehingga, pihaknya dapat mengatahui kondisi riil yang terjadi di lapangan. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *