Wayan Budiutama. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sudah cukup lama satuan pendidikan di jenjang sekolah dasar dan menengah, serta perguruan tinggi harus melaksanakan proses belajar mengajar atau perkuliahan secara daring, karena pandemi COVID-19. Terlebih belakangan muncul varian baru yang membuat angka kasus melonjak, sehingga pemerintah mengambil kebijakan PPKM.

Tentu, proses pembelajaran belum bisa dilakukan secara tatap muka. “Perkulihan secara daring selama pandemi COVID-19 memang berjalan lancar. Namun efektivitas hasilnya belum pernah terukur, ” ujar Asisten Direktur II Program Pascasarjana Unhi, Dr. I Wayan Budiutama, Rabu (28/7).

Baca juga:  Bali dan Satu Wilayah Ini Belum Juga Turun Kasusnya, Pusat akan Segera Intervensi

Misalkan, kata Budiutama, dalam aktivitas perkuliahan, sulit mendeteksi keseriusan mahasiswa karena mengikuti kuliah dengan pasif. Artinya, saat kuliah yang tampak hanya foto di akun mereka. “Jadi, agak sulit mengontrol jika jumlah peserta kuliah cukup banyak. Semoga ada cara atau teknik yang lebih memadai sehingga perkuliahan atau pun belajar mengajar lewat daring ini bisa efektif,” ujarnya.

Disinggung soal kebijakan pemerintah memperpanjang PPKM, atau PPKM level 4 di Bali, menurutnya, itu kondisi yang dilematis, antara ekonomi dan kesehatan. Keduanya menjadi pilihan yang berat dalam situasi saat ini.

Baca juga:  Jalur Rawan Lalakantas, Dikeluhkan Jalan Gilimanuk-Denpasar Kembali Bopeng

Namun, pemerintah dipandang telah melakukan upaya terbaik dalam mengatasi masalah pandemi, meskipun belum maksimal. Di sisi lain masih banyak masyarakat yang belum memahami betapa bahayanya COVID-19 ini.

Banyak yang masih mengabaikan prokes seperti menggunakan masker dengang cara tidak benar. Ada kondisi yang perlu perhatian khusus di Bali belakangan ini, yaitu aktivitas ritual massal yang berpeluang menimbulkan kerumunan. Jika masyarakat tidak disiplin kemungkinan bisa menjadi kluster baru penyebaran COVID-19 di Bali. (Subrata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *