Bupati Suwirta saat mengecek kondisi tempat isolasi terpusat. (BP/Gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Melonjaknya angka kasus COVID-19 membuat Satgas kembali harus menyiagakan tempat isolasi terpusat (Isoter). Satgas memilih dua lokasi.

Yaitu di Graha Sanggraha dan SKB Banjarangkan. Selain kedua tempat tambahan ini, Satgas juga sudah menambah jumlah ruang isolasi di salah satu hotel di Denpasar menjadi 200 bed.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meninjau langsung tambahan Tempat Isolasi Terpusat Minggu (25/7). Graha Sanggraha dulunya tempat penginapan milik Pemkab Klungkung dengan ketersediaan 10 kamar.

Baca juga:  Di Bangli, Kasus Covid-19 Bertambah 10 Kasus

Masing-masing kamar berisi 1 bed. Sementara Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Banjarangkan di Banjar Tusan Kawan, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan berkapasitas kurang lebih 50 bed.

Bupati Suwirta mengatakan Pemkab Klungkung bergerak cepat untuk mempersiapkan tempat tambahan isolasi terpusat ini. Sebab, lonjakan kasus belakangan kian tajam. “Saya tekankan ini sebagai tempat antisipasi jika terjadi lonjakan kasus. Mudah-mudahan tempat isolasi tambahan ini tidak terpakai, seiring pandemi mereda. Apabila belum divaksin agar segera melakukan vaksinasi,” ujar Bupati Suwirta sebagai Ketua Satgas COVID-19 Klungkung.

Baca juga:  Tiga Warga Denpasar Dikonfirmasi Positif COVID-19, Rinciannya Seperti Ini

Bupati Suwirta menambahkan tempat isolasi terpusat Graha Sanggraha sudah sangat siap dipakai. Sedangkan untuk di SKB Banjarangkan baru beberapa yang siap digunakan.

Maka Bupati Suwirta menugaskan instansi terkait agar segera melakukan inventarisir kebutuhan serta kelengkapan untuk tempat isolasi terpusat. Baik itu mengenai cara memonitoring pasien, keamanan, kebutuhan sehari-hari para pasien serta inventarisir beberapa kerusakan yang terdapat di SKB Banjarangkan. “Sesegera mungkin lakukan perbaikan, agar bisa dimanfaatkan untuk tempat isolasi,” katanya.

Baca juga:  Konjen Tiongkok Apresiasi Tindakan Cepat Pemerintah Tangani Bencana

Selain memastikan tempat-tempat isolasi terpusat, Bupati Suwirta juga sempat mengunjungi RSUD Klungkung untuk mengantisipasi ledakan pasien COVID-19. Mengingat penambahan pasien terus terjadi, maka diperlukan tempat isolasi tambahan.

Pihak RSUD Klungkung menyampaikan membuka kembali ruang isolasi yang terdapat di Basement RSUD Klungkung dalam rangka mengantisipasi terjadinya Lonjakan Pasien COVID-19. RSUD Klungkung sudah menyediakan 30 bed tambahan yang sudah siap digunakan. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *