RSUD Buleleng. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com- Buleleng terus mengalami penambahan kasus COVID-19 yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, dalam sepekan ini, korban jiwa terus berjatuhan dengan total 15 orang atau rata-rata 2,14 kematian dalam sehari.

Untuk menangani pandemi ini, Forkopimda Kabupaten Buleleng bersama Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng melaksanakan rapat koordinasi dengan agenda pembahasan evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), percepatan vaksinasi dan penyiapan tempat isolasi di Ruang Rapat Loby Kantor Bupati Buleleng, Selasa, (13/7). Rapat tersebut di pimpin langsung oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST.

Dalam rilis yang diterima, Bupati Agus menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Buleleng akan memperketat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selama 7 hari ke depan. Keputusan tersebut diambil sebagai tindak lanjut dari Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) yang menetapkan status wilayah Buleleng sebagai Siaga Satu Covid-19.

Baca juga:  Keputusan Bersama Gubernur dan MDA Bali, Dibentuk Satgas COVID-19 Berbasis Adat

“Untuk pelaksanaan PPKM Darurat, sesuai dengan kesepakatan antara Forkopimda, diputuskan bahwa gerai ponsel tidak beroperasi. Bengkel masih bisa buka namun showroom tidak diperbolehkan untuk buka,” kata Agus.

Dengan melonjaknya kasus terkonfirmasi baru di Kabupaten Buleleng, Bupati Agus menegaskan sudah ada penambahan tempat isolasi mandiri untuk masyarakat yang positif virus ini. “Sampai saat ini terdapat 401 orang pasien dengan status OTG-GR. Semua pasien ini akan dipindahkan ke tempat isolasi. Satgas telah menyiapkan beberapa hotel dan asrama mahasiswa Undiksha di Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng sebagai tempat isolasi terpusat,” ucapnya.

Baca juga:  Kembali Menurun, Tambahan Kasus COVID-19 Nasional di Bawah 2.500

Koordinator Bidang Data dan Informasi Ketut Suwarmawan, S.STP, M.M mengatakan terkait perkembangan kasus harian COVID-19, konfirmasi baru sebanyak 134 orang, kasus meninggal dunia bertambah 2 orang dari Kecamatan Buleleng dan Sawan, dan sembuh bertambah 43 orang.

Sedangkan data kumulatif menunjukkan kasus konfirmasi di Buleleng mencapai 4.921 orang. Rinciannya, sembuh 4.172 orang, meninggal 204 orang, sedang dirawat 545 orang.

Kemudian kasus suspek kumulatif 5.566 orang, kontak erat kumulatif 22.909 orang, kasus konfirmasi non suspek/kontak erat 285 orang, kasus pelaku perjalanan terkonfirmasi 2 orang.

Baca juga:  Undiksha Tuan Rumah Symposium Internasional Teknologi Nuklir

Vaksinasi

Terkait pelaksanaan tambahan vaksinasi, Agus Suradnyana menegaskan vaksinasi akan dilakukan secara serentak di 5 kecamatan terlebih dahulu, yakni Buleleng, Seririt, Busungbiu, Gerokgak, dan Banjar.

“Vaksinasi akan dilakukan selama 4 hari mulai besok Rabu, 14 Juli sampai 17 Juli 2021,” tegasnya.

Lebih lanjut, tim vaksinator untuk vaksinasi, merupakan tim gabungan kerjasama Pemkab Buleleng dengan Stikes Buleleng, Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kubutambahan. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *