Gubernur Bali, Wayan Koster. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali I Wayan Koster mendapatkan kesempatan melaporkan perkembangan  yang sudah dilakukan dalam evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dipimpin Koordinator PPKM Darurat Jawa dan Bali, Luhut B. Pandjaitan, Rabu (7/7). Dalam laporannya, Gubernur Koster menyinggung soal peningkatan kasus harian di Bali.

Dikutip dari rilis Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves), Koster mengatakan pihaknya sudah secara terus-menerus melakukan koordinasi dan juga pelaksanaan di lapangan bersama TNI, Polri, dan kabupaten/kota se-Bali untuk PPKM Darurat. Namun memang belum terjadi perubahan siginfikan pada mobilitas masyarakat.

“Oleh karena itu sesuai arahan Bapak, kami akan berkumpul lagi meningkatkan pengawasan serta operasi yustisi dalam rangka pengendalian mobilitas di lapangan ini,” ujar Gubernur Koster.

Baca juga:  Tiga Pejabat Pemkot Semarang Positif COVID-19

Dikatakannya, dampak PPKM Darurat di Bali memang belum terlihat sebagaimana kasus yang terjadi masih meningkat per harinya. Kasus sembuh masih rendah dibandingkan kasus baru, namun kasus meninggal tidak ada penambahan siginifkan.

Kasus aktif secara kumulatif per hari ini mencapai 2.697. Di Rumah Sakit sebanyak 774 atau 46 persen. Sedangkan dikarantina sebanyak 1.913 kasus.

“Hari ini di Bali merupakan yang tertinggi Pak, kasus baru sebanyak 505 orang, sembuh 110, dan meninggal 8 orang,” katanya.

Baca juga:  Ratusan Vial Vaksin Covid-19 Memasuki Masa Kedaluwarsa

Ia mengatakan kenaikan kasus dikarenakan Bali meningkatkan tracing sampai 200 persen. Dari sebelum PPKM Darurat yang hanya seribu tracing, kini Bali per hari rata-rata melakukan tracing di atas 3 ribu jiwa sehingga terjadi peningkatan kasus yang ditemui.

Disebutkan, Bali akan terus menggencarkan tracing dan testing ini serta meningkatkan ketersediaan layanan di rumah sakit. Kecukupan oksigen di Bali pun dilaporkan masih cukup untuk 3 bulan ke depan.

Untuk mobilitas penduduk,  Ketapang dan Gilimanuk pihaknya akan mempertegas tindakan di lapangan sesuai Surat Edaran. “Bagi masyarakat yang belum memiliki kartu vaksin dan hasil antigen non-reaktif akan dikembalikan dan tidak boleh menyeberang sehingga mobilitas yang memungkinkan penularan Covid-19 ini dapat kami kendalikan,” pungkasnya.

Baca juga:  Anak Usia 6 Tahun Tewas Tenggelam di Bekas Galian C Jumpai

Terkait vaksinasi, dikatakannya Bali terus meningkatkan target vaksinasi setiap harinya. Saat ini di Bali vaksinasi tahap pertama sudah mencapai 79,4 persen, dan 25 persen untuk vaksinasi tahap kedua.

Untuk percepatan vaksinasi Gubernur Bali juga sudah mulai mencanangkan vaksinasi untuk pelajar usia 12 sampai 17 tahun sejak dua hari lalu. Setiap harinya akan terjadi peningkatan pencapaian vaksinasi di Bali sehingga pertengahan Juli vaksinasi tahap pertama dapat memenuhi target. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *