Penumpang berada dalam sebuah subway di Moscow pada 27 Juni 2021, di tengah pandemi COVID-19. (BP/AFP)

MOSKOW, BALIPOST.com – Bekerja dari rumah (Work from Home) kembali diberlakukan di Moskow, Rusia, sejak Senin (28/6). Pemberlakuan kebijakan ini merupakan upaya Rusia untuk memutus gelombang kasus baru yang dipicu varian Delta.

Tak hanya Rusia, sejumlah negara di Asia juga berjuang melakukan pengetatan untuk menghentikan wabah COVID-19. Kondisi ini berbeda dengan sejumlah negara-negara kaya yang mulai menurunkan jumlah infeksi baru dengan peningkatan vaksinasi.

Dikutip dari AFP, dilaporkan bahwa wabah masih melanda Bangladesh, Indonesia hingga Amerika Selatan. Mayoritas dikarenakan hadirnya varian Delta yang pertama kali terdeteksi di India.

Rusia telah mengalami ledakan kasus baru dalam 2 pekan terakhir karena varian Delta. Pemerintah setempat pun mengumumkan pemberlakuan pengetatan baru yang berlaku sejak Senin di ibukota negara tersebut seiring upaya untuk melakukan vaksinasi pada warga yang sudah skeptis.

Baca juga:  PPKM Mikro Diperketat, APPBI Sebut Dipastikan Berdampak ke Sektor Usaha

“Untuk menghentikan pandemi, satu hal diperlukan: vaksinasi skala besar yang cepat,” kata Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, Sabtu (26/6).

Mulai Senin, warga akan diharuskan bekerja dari rumah. Kecuali bagi para pekerja yang sudah divaksinasi.

Mereka juga harus memperlihatkan QR code sertifikat vaksin atau pernah mengidap COVID-19 dalam 6 bulan terakhir atau sudah mengantongi hasil tes negatif, saat memasuki restoran.

Wabah di Rusia juga memicu kekhawatiran karena masih berlangsungnya Euro 2020 yang menyebabkan ribuan penggemar sepak bola menonton pertandingan yang dihelat di sejumlah negara di benua itu.

Baca juga:  RSUD Klungkung Sempat Penuh, Tujuh Pasien COVID-19 Akhirnya Dipulangkan

Saint Petersburg menjadi tuan rumah 6 pertandingan dan akan menjadi lokasi perempat final pada Jumat (2/7). Meski jumlah penonton dibatasi hingga setengah kapasitas stadion, jumlahnya tetap tinggi mencapai 26 ribu orang.

COVID-19 telah menyebabkan hampir 4 juta orang meninggal di seluruh dunia. Varian Delta kini berada di 85 negara dan merupakan jenis yang paling menular, menurut WHO.

Ketatkan Penguncian

Virus ini juga menyerbu kawasan Asia Pasifik. Bangladesh memperketat penguncian pada hari ini, menyebabkan terdampaknya aktivitas ekonomi.

Negara di Asia Selatan yang berpenduduk 160 juta jiwa ini akan menutup toko, pasar, transportasi, dan perkantoran mulai Kamis. Keputusan ini memicu eksodus puluhan ribu pekerja migran dari sejumlah kota.

Baca juga:  Tambahan Harian Kasus COVID-19 Nasional Turun Lagi ke 3.000an Orang

Thailand juga mulai memberlakukan sejumlah pengetatan di restoran, kontruksi, dan pertemuan di Bangkok serta kawasan sekitarnya karena lonjakan kasus.

Indonesia juga menghadapi meluasnya wabah dengan rekor baru tambahan kasus pada Minggu (27/6) sebanyak 21.342 orang. Kekhawatiran muncul terhadap kemampuan rumah sakit menghadapi lonjakan kasus ini.

Di Australia, pemerintah di Sydney dan Darwin juga tengah menjalani penguncian sejak Minggu (27/6), karena munculnya sejumlah kasus varian Delta. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *