Suasana aktivitas water sport di Pantai Tanjung Benoa. (BP/Dokumen)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Jasa “Gacong” atau guide liar yang mengejar wisatawan ke wisata tirta kembali mencuat. Pengusaha wisata tirta di Kuta Selatan (Kutsel) pun mengeluhkan kondisi ini.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, Camat Kutsel, Ketut Gede Arta, Selasa (15/6) memfasilitasi pertemuan melibatkan para pengusaha wisata tirta di Kelurahan Tanjung Benoa dan Kelurahan Benoa. Hadir pula dalam pertemuan tersebut, dari Bendesa Adat Tanjung Benoa, Tengkulung, Benoa, Polsek dan Danramil Kutsel, Pol PP Badung, serta pihak Disparda Badung.

Baca juga:  Perayaan Tahun Baru 2020, Peredaran Narkoba Diprediksi Turun

Setelah berlangsung alot, ada empat poin yang dihasilkan. Pertama pemerintah bersama desa adat, pengusaha dan masyarakat berkomitmen mewujudkan keamanan dan kenyamanan berwisata di daerah tujuan wisata. Kedua, para pengusaha wisata tirta di Kelurahan Benoa, KelurahanTanjung Benoa, Desa Adat Bualu, Desa Adat Tengkulung dan Desa Adat Tanjung Benoa sepakat untuk tidak menerima adanya jasa “Gacong”.

Ketiga …

Baca selengkapnya di media partner DENPOST.id

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *