Penyerahan surat undangan sosialisasi pada perwakilan camat dan perbekel, Kamis (10/6). (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Rencana pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi terus bergulir. Sosialisasi pada warga pemilik lahan yang dilintasi di kabupaten Tabanan mulai digelar Senin (14/6) depan.

Ada 22 desa tersebar di 7 (tujuh) kecamatan di Kabupaten Tabanan yang akan dilintasi pembangunan jalan tol tersebut. Para Camat dan Perbekel dari desa terkait pun diminta untuk bisa memberikan pemahaman yang baik pada masyarakat, khususnya saat tahap pembebasan lahan, agar proses pembangunan berjalan lancar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan, I Gede Susila saat acara penyerahan surat sosialisasi rencana pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi, Kamis (10/6) menekankan agar para Camat dan Perbekel mengawal rencana pembangunan jalan tol ini dengan baik. Termasuk juga memberikan pemahaman yang sejelas-jelasnya pada pemilik lahan, sehingga dalam pelaksanaan pembebasan tanah yang akan terdampak jalan tol dalam prosesnya di lapangan tidak terjadi hambatan.

Baca juga:  Waspadai Potensi Gempa Besar di Bali Selatan

Sosialiasasi juga untuk mencegah masyarakat (pemilik lahan) terdampak jalan tol mendapatkan informasi yang tidak benar dan menyesatkan. “Kami di Pemerintahan tetap akan buka ruang untuk masyarakat berkomunikasi jika ada hak-hal yang belum dipahami, jangan sampai ada calo-calo yang justru merugikan masyarakat. Sosialisasi ini penting dan wajib dihadiri oleh pemilik lahannya langsung, agar tidak salah informasi dan salah jalan. Saya tegaskan disini jangan coba-coba bermain masalah pembebasan lahan, akan kita kawal terus,” tegasnya.

Begitupun Susila menegaskan agar pemilik lahan agar tidak terburu-buru menjual lahannya sebelum ada penetapan lokasi (penlok) dan informasi lebih lanjut dari Pemerintah atau Dinas terkait yang menangani pembangunan proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi. “Kami harapkan masyarakat tidak mudah terprovokasi, tergiur dan mendapatkan informasi yang menyesatkan karena ini untuk kepentingan kita semua. Pemerintah tentunya telah mempertimbangan sesuatu dengan kondisi standar-standar yang tidak akan merugikan masyarakat,” jelasnya.

Baca juga:  Soal "Travel Bubble," Ini Kata Menko Airlangga

Pejabat asal Sekartaji inipun menambahkan, pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi yang melintasi 22 desa di kabupaten Tabanan ini tentunya akan menumbuhkan perekonomian di Tabanan kedepan. Apalagi sesuai usulan Bupati Tabanan pada Gubernur Bali, ada pertumbuhan ekonomi baru ditempat tempat tertentu untuk kepentingan Tabanan.

Jadi, tidak semata-mata untuk jalan tol, terlebih lagi Tabanan sedang geliatnya melakukan ekonomi dengan perubahan RTRW sehingga kedepan bisa lebih baik. Ditambah lagi pemerintah melalui Bupati juga mengusulkan adanya pintu keluar tol dan spot jalur sepeda motor dan sepeda gayung di lintasan yang ada di Tabanan.

Baca juga:  70 Persen Debitur Terdampak Erupsi Gunung Agung Tetap Penuhi Kewajibannya

Pembangunan tol Gilimanuk-Mengwi akan melintasi 22 desa tersebar di tujuh kecamatan yang berlokasi di Tabanan. Di kecamatan Selemadeg Barat yakni Desa Selabih, Desa Lalanglinggah, Desa Lumbung, Desa Bengkel Sari dan Desa Antosari.

Di Kecamatan Selemadeg yakni Desa bajera Utara dan desa Selemadeg. di Kecamatan Selemadeg Timur yakni Desa Megati, Gadungan, Bantas. Di Kecamatan Kerambitan yakni Timpag, Sembung Gede, Kesiut dan Batuaji.

Di Kecamatan Penebel yakni Desa Rianggede. Di Kecamatan Tabanan yakni Desa Wanasari, Desa Buahan dan Desa Tunjuk dan terakhir di Kecamatan Marga yakni Desa Marga Dauh Puri, Desa Tegaljadi, Desa Marga dan Desa Selanbawak. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *