Jenazah yang ditemukan mengapung saat pengangkatan serpihan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Minggu (1/2) pagi. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Sesosok jenazah ditemukan mengapung di perairan Selat Bali, Minggu (1/2) pagi. Temuan tersebut berada di sekitar area pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya, tepatnya pada koordinat 08°09’33,11″ LS dan 114°29’52,03″ BT.

Sebagaimana diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya sebelumnya dilaporkan tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7) malam, di titik tengah jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.

Penemuan jasad mengapung di Selat Bali ini juga saat operasi pengangkatan bangkai serpihan KMP Tunu Pratama Jaya yang sudah mulai dilakukan Kamis (29/1) lalu.

Komandan Pos TNI AL (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia mengatakan, jenazah terlihat saat pihaknya melakukan patroli pengamanan sekaligus pemantauan proses pengangkatan bangkai kapal yang dikerjakan BC Pioner 88.

Baca juga:  Pemprov Bali–Pemprov NTT Tegaskan Komitmen Jaga Harmoni Kehidupan Bersama

“Sekitar pukul 07.00 Wita kami patroli menggunakan Sea Rider untuk memonitor kegiatan pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya, saat itulah diketahui ada jasad mengambang,” ujar Yuli.

Ia menjelaskan, setibanya di lokasi sekitar pukul 07.15 Wita, proses pengangkatan serpihan kapal masih berlangsung. Pada saat crane mengangkat bangkai sebuah truk berwarna kuning, jenazah mendadak muncul ke permukaan laut.

“Bersamaan saat truk diangkat, muncul satu mayat ke permukaan yang diduga korban kecelakaan KMP Tunu,” tambahnya. Jenazah tersebut sempat terseret arus ke arah utara sekitar satu mil dari titik awal penemuan. Tim patroli kemudian mengevakuasi korban dan membawa jenazah menuju pesisir Gilimanuk, tepatnya di depan Pos TNI AL setempat.

Baca juga:  Operasi Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Dimulai, Zona Terbatas Diterapkan

Informasi penemuan itu selanjutnya diteruskan ke pihak kepolisian. Personel Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk bersama unsur terkait langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan, termasuk pengamanan dan proses evakuasi lanjutan. Sekitar pukul 08.30 Wita, jenazah berhasil dibawa ke tepi Pantai Cemara, Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya.

Evakuasi dilakukan tim gabungan yang melibatkan Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Sat Polair Polres Jembrana Pos Gilimanuk, Pos TNI AL Gilimanuk, UPP Pelabuhan Gilimanuk, pekerja BC Pioner 88, serta nelayan setempat. Dari pemeriksaan awal di lokasi, jenazah ditemukan dalam kondisi tidak utuh.

Baca juga:  Armada Damkar Buleleng Memprihatinkan, Bupati Sutjidra Janji Tambah Satu Unit Tahun Depan

Korban diketahui mengenakan celana panjang hitam serta ikat pinggang hitam. Kondisi tubuh yang mengalami kerusakan membuat proses identifikasi memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sekitar pukul 09.00 Wita, dilakukan serah terima jenazah dari Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk yang didampingi Danposal Gilimanuk kepada Sat Polair Polresta Banyuwangi. Selanjutnya, jenazah dibawa menuju RSUD Banyuwangi menggunakan Kapal Polair Banyuwangi Nomor Lambung X-1033 untuk proses identifikasi. (surya dharma/balipost)

 

BAGIKAN