DISPAR-Kunjungan kerja Komisi IV DPRD Denpasar ke Dinas Pariwisata, Selasa (8/6). (BP/Ara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Rusaknya sejumlah titik pada jalur jogging track serta munculnya bangunan-bangunan kumuh di sepanjang Pantai Sanur, menjadi perhatian serius Dinas Pariwisata (Dispar) Denpasar. Salah satunya, penataan jogging track serta bangunan yang dinilai merusak estetika objek wisata tersebut. Terlebih, Sanur merupakan salah satu objek wisata yang digadang-gadang sebagai kawasan green zone Covid-19.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar, MA.Dezire Mulyani dihadapan jajaran Komisi IV DPRD Denpasar, Selasa (8/6) mengungkapkan rencana penataan kawasan wisata internasional tersebut. Pihaknya sudah merancang DED penataan yang diharapkan bisa segera terwujud. Dikatakan, rencana penataan kawasan wisata Sanur ini akan menggunakan dana alokasi khusus. “Kami sudah rancang DED-nya dengan perkiraan dana yang diperlukan mencapai Rp 60 miliar,” ujarnya.

Baca juga:  Status Gunung Agung Diturunkan, Pariwisata Karangasem Belum Pulih

Seperti diberitakan sebelumnya, jogging track di beberapa titik sudah tergerus ombak. Bahkan, sudah ada pinggiran jogging track yang ambrol. “Ini sudah kami usulkan dananya ke pusat, mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” ujar Dezire.

Di sisi lain, Ketua Komisi IV DPRD Denpasar, Wayan Duaja yang melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dinas Pariwisata bersama anggotanya mengapresiasi sejumlah langkah yang dilakukan Dinas Pariwisata di tengah masa pandemi seperti sekarang. Kondisi hotel serta restoran yang banyak tutup menimbulkan jumlah tenaga kerja yang menganggur semakin banyak. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, situasi sektor pariwisata kita bisa kembali normal,” ujar Duaja. (Asmara Putera/Balipost)

BAGIKAN

1 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *