Atlet pelatda PON dites fisik, di GOR Lila Bhuana, Sabtu (29/5). (BP/nel)

DENPASAR,BALIPOST.com – KONI Bali memanggil 239 atlet pelatda PON, guna mengikuti tes fisik dan stamina, di GOR Lila Bhuana, Sabtu (29/5). Tujuannya, untuk mengukur tingkat kebugaran atlet, selama mereka menghuni pelatda.

Binpres KONI Bali Nyoman Yamadhiputra, di sela-sela tes fisik, mengemukakan total atlet PON 248 orang. Hanya, beberapa atlet tidak bisa mengikuti tes fisik, karena menghuni pelatnas, try out seperti tinju ke Batam, termasuk renang sedang melakukan pencatatan waktu. “Pelatih renang mengadakan time trial, di kolam renang Blahkiuh,” terangnya.

Baca juga:  Proyek Penataan Rampung, TPS "Underground" akan Diuji Coba

Dijelaskannya, jika seorang atlet fisiknya drop, maka hasil tes ditembuskan kepada pelatihnya, supaya menggenjot fisik atlet asuhannya. Selain mengukur ketahanan fisik, parameter lainnya, seperti teknik, taktik dan strategi, termasuk mental. “Jadi, kalau atlet tidak menunjukkan grafik, kemajuan hasil latihannya, maka otomatis atlet bersangkutan bisa dicoret,” sebut Yamadhiputra.

Menurut dia, pencoretan bisa dilakukan sewaktu-waktu. Bahkan, meskipun atlet telah dikirim sampai, di Papua, tetap saja masih berpeluang didepak. “Kalau seandainya atlet dikirim ke Papua, namun, setibanya di Bumi Cendrawasih, mereka berulah, tidak disiplin, serta mentalnya kurang baik, maka bisa saja dicoret, dan tak perlu tampil,” kata dia.

Baca juga:  Jangan Liburan ke Bali Sebelum Lihat Agenda Even Keren Ini

Ia menegaskan, sisa waktu yang mepet ini, harus dimaksimalkan. Yamadhiputra mengakui 248 atlet yang lolos, dari 28 cabor, hingga kini baru diprediksi mendulang 17 emas. “Di antara atlet PON, baru sekitar 112 atlet yang diperkirakan mampu menyumbang medali. Namun, angka ini baru perkiraan, dan diharapkan perolehan medali terus bertambah,” ungkapnya.

Padahal, kata dia, kontingen Bali mematok target 20-30 emas, mengingat tuan rumah Papua menjadi ancaman serius bagi Bali. Yamadhiputra menyebutkan, hasil PON Jabar 2016, Bali menyabet 20 emas, dan menduduki peringkat keenam.

Baca juga:  KONI Tunggu Putusan Pemerintah Soal Usulan 10 Cabor Agar Dipertandingkan

Sementara Papua menyabet 17 emas, dan posisinya masih di bawah Bali. “Kami mengincar 20-30 emas, mudah-mudahan bisa terwujud, dan posisi Bali bisa terangkat,” jelasnya. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *